“Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.”
Menjadi pribadi yang utuh di hadapan Allah dimulai dari hati yang dipenuhi oleh firman-Nya. Firman Tuhan bukan hanya untuk dibaca, tetapi disimpan dalam hati. Ketika firman disimpan dalam hati, itu menjadi penuntun setiap langkah kita. Hati yang penuh firman akan menolak dosa dengan kekuatan dari Allah. Menyimpan janji Tuhan berarti percaya sepenuhnya kepada apa yang Tuhan katakan. Janji Tuhan memberi pengharapan di tengah tekanan hidup. Saat kita mengingat firman-Nya, kita tahu arah yang benar. Firman Tuhan menegur ketika kita salah. Firman Tuhan menghibur ketika kita lemah. Firman Tuhan menuntun ketika kita bingung. Firman Tuhan menguatkan ketika kita takut. Menyimpan firman bukan berarti hafal semata, tetapi taat dalam hidup sehari-hari. Firman yang disimpan akan membentuk cara pikir kita. Firman itu akan membentuk hati yang lembut dan mau diajar. Orang yang menyimpan firman akan mudah mendengar suara Roh Kudus. Ia tidak hidup menurut keinginannya sendiri. Ia hidup dalam ketundukan kepada kehendak Allah. Menyimpan janji-Nya berarti bersedia untuk dibentuk oleh-Nya. Firman Tuhan memberi kekuatan untuk berkata tidak pada dosa. Firman Tuhan juga memberi semangat untuk melakukan kebaikan. Hati yang menyimpan firman adalah hati yang dijaga dari kejatuhan. Tuhan memakai firman-Nya untuk melindungi kita dari jerat musuh. Hati yang dipenuhi janji Tuhan adalah hati yang siap dipakai Tuhan. Menyimpan janji Tuhan membuat kita kuat dalam menghadapi pencobaan. Inilah dasar hidup yang utuh dan siap dipakai Tuhan: hati yang penuh firman-Nya. Mari kita belajar terus menyimpan janji-Nya setiap hari.
Doa Hari Ini :
“Bapa, tolong aku untuk menyimpan firman-Mu dalam hatiku setiap hari. Ajarku untuk hidup seturut kehendak-Mu dan menolak segala keinginan dosa. Bentuklah aku menjadi pribadi yang utuh dan siap melakukan kehendak-Mu. Terima kasih Bapa, Amin!”