“Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”
Ayat 2 Korintus 3:18 mengajarkan bahwa orang percaya dipanggil untuk mencerminkan kemuliaan Tuhan. Kita memandang kemuliaan Tuhan bukan dengan mata jasmani, tetapi dengan iman kepada Kristus. Kristus adalah pusat perjanjian keselamatan yang Allah genapi. Di dalam Kristus, tabir dosa disingkapkan oleh anugerah. Karena itu, hidup orang percaya tidak lagi sama seperti sebelumnya. Moralitas Kristiani lahir dari hubungan dengan Tuhan, bukan dari usaha manusia semata. Ketika kita memandang Kristus, Roh Kudus bekerja di dalam hati kita. Pekerjaan Roh Kudus ini mengubah kita sedikit demi sedikit. Perubahan ini adalah proses seumur hidup. Kita tidak berubah untuk diselamatkan, tetapi berubah karena telah diselamatkan. Inilah dasar teologis dari moralitas Kristiani. Hidup yang benar adalah buah dari karya penebusan Kristus. Perjanjian baru memberi kita hati yang baru. Dari hati yang baru lahir sikap dan tindakan yang baru. Moralitas Kristiani bukanlah topeng kesalehan. Moralitas Kristiani adalah pantulan kemuliaan Tuhan dalam hidup sehari-hari. Setiap perkataan, pikiran, dan tindakan dipanggil untuk memuliakan Tuhan. Kita belajar taat bukan karena takut hukuman. Kita taat karena mengasihi Tuhan yang lebih dahulu mengasihi kita. Semakin kita memandang Kristus, semakin kita serupa dengan Dia. Keserupaan ini adalah karya anugerah Allah. Manusia lama dibentuk ulang oleh kuasa Injil. Hidup yang bermoral menjadi kesaksian bagi dunia. Dunia melihat Kristus melalui hidup orang percaya. Inilah panggilan kita dalam perjanjian penebusan Allah.
Doa Hari Ini
“Tuhan, kami bersyukur atas anugerah-Mu yang mengubah hidup kami di dalam Kristus. Tolong kami untuk terus memandang kemuliaan-Mu dan hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Bentuklah hidup kami agar memantulkan kemuliaan-Mu bagi dunia. Terima kasih Tuhan, Amin.”