“ 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
Filipi 2:8 menunjukkan kepada kita kerendahan hati Kristus yang taat sampai mati. Yesus, Anak Allah, rela merendahkan diri-Nya demi menjalankan kehendak Bapa. Ia tidak mencari kehormatan bagi diri-Nya sendiri. Ia memilih jalan salib yang penuh penderitaan. Ketaatan Kristus bukan ketaatan yang setengah-setengah. Ketaatan-Nya adalah ketaatan yang sempurna. Ketaatan itu lahir dari kasih kepada Bapa. Ketaatan itu juga lahir dari kasih kepada manusia berdosa. Dalam ketaatan Kristus, kita melihat hati Allah yang menebus. Salib bukan kegagalan, tetapi rencana penebusan. Melalui salib, perjanjian keselamatan digenapi. Kristus taat agar kita yang tidak taat dapat diselamatkan. Ia menggantikan posisi kita di hadapan Allah. Kematian-Nya menjadi jalan hidup bagi anak-anak Allah. Inilah dasar kerinduan kita kepada Allah. Kita rindu hidup taat karena Kristus telah taat lebih dahulu. Ketaatan kita bukan untuk memperoleh keselamatan. Ketaatan kita adalah respons atas anugerah. Sebagai anak-anak Allah, kita dipanggil untuk hidup rendah hati. Kita dipanggil untuk tunduk kepada kehendak Allah. Ketaatan sering kali terasa berat bagi manusia. Namun ketaatan membawa kemuliaan bagi Allah. Dalam Kristus, ketaatan selalu memiliki tujuan penebusan. Hidup kita dipanggil untuk mencerminkan ketaatan Kristus. Inilah kerinduan sejati anak-anak Allah yang telah ditebus.
Doa Hari Ini :
“Bapa di surga, kami bersyukur atas ketaatan Kristus yang sempurna bagi keselamatan kami. Ajarlah kami hidup rendah hati dan taat sebagai respons atas anugerah-Mu. Bentuklah kerinduan kami agar semakin serupa dengan Kristus dalam seluruh hidup kami. Terima kasih Tuhan, Amin.”