“ 9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.”
Kami yang telah ditebus oleh Kristus hidup dengan satu kerinduan utama. Rasul Paulus berkata bahwa tujuan hidup orang percaya adalah berkenan kepada Allah. Ayat ini mengingatkan kita bahwa hidup Kristen bukan sekadar aktivitas rohani. Hidup Kristen adalah relasi yang diarahkan untuk menyenangkan hati Tuhan. Kita hidup bukan untuk mencari pujian manusia. Kita juga bukan untuk membangun nama diri sendiri. Kita hidup karena Kristus telah lebih dahulu mengasihi kita. Kasih Kristus itulah yang mengubah arah hidup kita. Sebagai anak-anak Allah, kita rindu hidup sesuai kehendak Bapa. Kerinduan ini lahir dari karya anugerah, bukan dari usaha manusia. Kita diselamatkan oleh kasih karunia, bukan oleh perbuatan baik. Namun kasih karunia itu membentuk cara kita hidup setiap hari. Kita belajar taat bukan karena takut dihukum. Kita taat karena ingin menyenangkan Dia yang menyelamatkan kita. Dalam teologi perjanjian, Allah selalu lebih dahulu bertindak. Allah mengikatkan diri-Nya kepada umat-Nya dengan janji penebusan. Di dalam Kristus, perjanjian itu digenapi secara sempurna. Karena itu hidup kita sekarang adalah respons syukur. Berkenan kepada Allah berarti hidup dalam iman yang nyata. Iman itu terlihat dalam ketaatan yang sederhana. Iman itu juga terlihat dalam kasih kepada sesama. Setiap pilihan hidup kita diarahkan kepada kemuliaan Allah. Kita jatuh dan lemah, tetapi Tuhan tetap setia. Kerinduan untuk berkenan kepada-Nya terus dipelihara oleh Roh Kudus. Inilah identitas dan tujuan hidup anak-anak Allah di dalam Kristus.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, terima kasih karena Engkau telah menyelamatkan kami oleh kasih karunia-Mu. Bentuklah hati kami agar selalu rindu hidup berkenan kepada-Mu. Pimpinlah setiap langkah kami supaya hidup kami memuliakan nama-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin.”