“14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. 15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.”
Kasih Kristus menguasai kami karena Dia telah lebih dahulu mengasihi kami. Ayat ini mengingatkan bahwa hidup orang percaya tidak lagi digerakkan oleh diri sendiri. Kristus mati bagi semua supaya kita tidak hidup bagi diri kita sendiri. Kematian Kristus adalah pusat rencana penebusan Allah. Dalam perjanjian kasih-Nya, Allah memanggil kita menjadi anak-anak-Nya. Sebagai anak Allah, hati kita memiliki kerinduan untuk menyenangkan Bapa. Kerinduan itu lahir dari kasih, bukan dari paksaan. Kasih Kristus menuntun kita untuk hidup dalam ketaatan. Ketaatan ini adalah respons syukur atas keselamatan yang telah digenapi. Kita hidup bukan lagi untuk kepentingan lama yang berdosa. Kita hidup untuk Dia yang telah mati dan bangkit bagi kita. Kebangkitan Kristus memberi arah baru bagi hidup kita. Hidup yang dikuasai kasih Kristus adalah hidup yang diubah. Perubahan ini terjadi dari dalam hati yang telah ditebus. Anak-anak Allah rindu hidup sesuai kehendak Tuhan. Kerinduan ini nyata dalam sikap, perkataan, dan tindakan sehari-hari. Kita belajar menyangkal diri karena Kristus telah menyerahkan diri-Nya. Kasih-Nya memerdekakan kita dari hidup yang berpusat pada ego. Dalam terang perjanjian baru, kita hidup sebagai ciptaan baru. Hidup baru ini adalah anugerah, bukan hasil usaha manusia. Karena itu, tidak ada alasan untuk hidup sembarangan. Kasih Kristus memanggil kita hidup dengan tujuan ilahi. Tujuan itu adalah memuliakan Allah dalam seluruh hidup. Inilah kerinduan sejati anak-anak Allah yang telah ditebus. Kasih Kristus menguasai kami dan mengarahkan hidup kami kepada-Nya.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, terima kasih karena kasih Kristus telah menebus dan menguasai hidup kami. Tolong kami hidup bukan bagi diri kami sendiri, tetapi bagi Kristus yang telah mati dan bangkit bagi kami. Bentuklah hati kami agar selalu rindu melakukan kehendak-Mu dan memuliakan nama-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin.”