Terbukalah Mata Mereka

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Terbukalah Mata Mereka

Bacaan : Kejadian 3 : 1-7

“Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.”

Kejadian 3:1–7 menceritakan awal kejatuhan manusia ke dalam dosa. Ular datang dengan tipu daya dan meragukan firman Allah. Hawa mendengar perkataan yang terlihat bijaksana tetapi sebenarnya menyesatkan. Dosa selalu dimulai dengan meragukan kebenaran firman Tuhan. Ketika firman digeser, hati manusia mulai condong pada keinginan sendiri. Buah itu terlihat baik, menarik, dan diinginkan untuk memberi hikmat. Manusia memilih apa yang tampak baik menurut mata, bukan menurut firman Allah. Adam dan Hawa makan buah itu dengan sadar. Pada saat itu, relasi perjanjian dengan Allah dilanggar. Mata mereka terbuka, tetapi bukan kepada kemuliaan, melainkan kepada rasa malu. Mereka menyadari ketelanjangan dan kelemahan mereka. Dosa selalu menjanjikan pencerahan, tetapi menghasilkan keterasingan. Rasa bersalah langsung muncul setelah pelanggaran terjadi. Mereka menutupi diri dengan daun ara, tanda usaha manusia menyelamatkan diri sendiri. Usaha manusia tidak pernah cukup untuk menutupi dosa. Namun di balik kejatuhan ini, Injil mulai bersinar. Allah tidak langsung memusnahkan manusia. Allah tetap datang mencari manusia yang berdosa. Ini menunjukkan kasih setia Allah dalam perjanjian-Nya. Kejatuhan bukan akhir dari rencana penebusan Allah. Terbukanya mata manusia juga membuka jalan bagi janji keselamatan. Dari dosa pertama, Allah menyiapkan Penebus yang sejati. Injil dimulai bukan di salib, tetapi di taman Eden. Allah setia pada janji-Nya meskipun manusia tidak setia. Kejadian ini mengajar kita untuk bergantung penuh pada anugerah Allah.

Doa Hari Ini

“Tuhan, kami mengakui bahwa kami sering meragukan firman-Mu dan memilih jalan kami sendiri. Terima kasih karena Engkau tetap setia dan menghadirkan Injil sejak awal kejatuhan manusia. Tolong kami hidup dalam ketaatan dan bersandar pada anugerah penebusan-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin.”

×

 

Hallo !

Hubungi staf pastori GBI Keluarga Kudus

×