“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ”Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.”
Yohanes 19:30 mencatat kata Yesus di kayu salib, “Sudah selesai.” Kata ini bukan sekadar penutup penderitaan, tetapi pernyataan kemenangan Allah. Sejak Kejadian 3, dosa masuk dan merusak hubungan manusia dengan Allah. Namun di tengah kejatuhan itu, Allah memberi janji tentang keturunan perempuan. Janji itu adalah Injil pertama yang hidup di dalam sejarah. Dosa membawa kematian, tetapi janji Allah membawa harapan. Seluruh Perjanjian Lama berjalan menuju penggenapan janji tersebut. Salib adalah titik temu antara dosa manusia dan kasih Allah. Ketika Yesus berkata “Sudah selesai,” rencana penebusan mencapai puncaknya. Hutang dosa dibayar lunas oleh darah Kristus. Kutuk dosa dipatahkan oleh ketaatan Anak Allah. Apa yang gagal di Adam dipulihkan di dalam Kristus. Injil di Kejadian menemukan kepenuhannya di Golgota. Tidak ada lagi usaha manusia untuk menyelamatkan diri. Keselamatan adalah anugerah yang sudah dikerjakan sepenuhnya. Orang percaya hidup bukan untuk mencari keselamatan, tetapi dari keselamatan. Hidup baru mengalir dari karya Kristus yang tuntas. Janji yang dahulu dinantikan kini telah digenapi. Salib menyatakan keseriusan dosa dan besarnya kasih Allah. Kata “Sudah selesai” memberi kepastian iman bagi umat tebusan. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi salib Kristus. Tidak ada luka yang tidak disentuh oleh kasih-Nya. Hidup Kristen berdiri di atas karya yang telah selesai. Inilah Injil yang hidup dari Kejadian sampai Injil Yohanes. Kita bersandar penuh pada Kristus yang telah menyelesaikan semuanya.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, kami bersyukur karena di dalam Kristus karya keselamatan telah selesai. Ajari kami hidup dalam iman yang bersandar penuh pada anugerah-Mu. Mampukan kami memuliakan-Mu dengan hidup yang taat setiap hari. Terima kasih Tuhan, Amin.”