Sehati Berdoa

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Sehati Berdoa

Bacaan : Kisah Para Rasul 1 : 12 – 14

“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”

Kisah Para Rasul 1:14 mencatat bahwa sebelum Roh Kudus dicurahkan, para murid berkumpul dengan sehati dan tekun berdoa. Di tengah ketidakpastian setelah kenaikan Tuhan Yesus, mereka tidak sibuk membuat strategi manusia. Mereka tidak saling menyalahkan atas kegagalan masa lalu. Mereka tidak mencari posisi atau kehormatan. Mereka memilih untuk bersatu dalam doa. Inilah kebutuhan gereja saat ini. Gereja sering memiliki banyak program, tetapi kurang doa yang sungguh-sungguh. Gereja sering memiliki banyak diskusi, tetapi kurang kesatuan hati. Para murid sadar bahwa tanpa kuasa dari atas, mereka tidak sanggup melakukan apa pun. Mereka menantikan janji Bapa dengan kerendahan hati. Mereka percaya bahwa karya penebusan yang telah digenapi oleh Tuhan Yesus harus dilanjutkan dalam kuasa Roh Kudus. Kitab Kisah Para Rasul menunjukkan bahwa kebangunan gereja lahir dari ruang doa. Sebelum khotbah Petrus mengguncang ribuan orang, ada persekutuan doa yang tekun. Kesatuan mereka bukan sekadar kebersamaan fisik, tetapi kesatuan hati di dalam Kristus. Mereka dipersatukan oleh Injil yang sama. Mereka memiliki pengharapan yang sama. Mereka menantikan Roh yang sama. Sehati berdoa berarti menanggalkan ego pribadi. Sehati berdoa berarti mengutamakan kehendak Allah di atas ambisi diri. Sehati berdoa berarti percaya bahwa Allah bekerja dalam waktu-Nya. Gereja masa kini membutuhkan kerendahan hati seperti itu. Gereja membutuhkan kembali mezbah doa yang hidup. Gereja membutuhkan hati yang saling mengampuni dan saling menopang. Ketika gereja sehati berdoa, Allah menyatakan kuasa-Nya. Ketika gereja sehati berdoa, misi penebusan berjalan sesuai rencana perjanjian-Nya. Jadi, apa yang gereja butuhkan saat ini adalah kembali bersatu, berlutut, dan menantikan Tuhan dengan sehati.

Doa Hari Ini :

Tuhan, satukan hati kami seperti jemaat mula-mula yang tekun berdoa menantikan janji-Mu. Ajarlah kami merendahkan diri dan mengutamakan kehendak-Mu di atas kepentingan kami sendiri. Curahkan Roh-Mu agar gereja-Mu hidup dalam kesatuan dan kuasa untuk memuliakan nama-Mu.