Kasih Karunia Tuhan yang Selalu Cukup

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Kasih Karunia Tuhan yang Selalu Cukup

Bacaan : 2 Korintus 12 : 1 – 10

“8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”

Dalam Surat Kedua kepada Jemaat di Korintus 12:8-9, rasul Paulus menceritakan bahwa ia tiga kali memohon kepada Tuhan supaya duri dalam dagingnya diambil. Namun Tuhan tidak langsung mengangkat penderitaan itu. Tuhan justru menjawab, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu.” Jawaban ini menunjukkan bahwa yang Paulus butuhkan bukanlah hidup tanpa masalah. Yang ia butuhkan adalah kasih karunia Tuhan yang cukup. Kasih karunia berarti pemberian Allah yang tidak layak kita terima. Kasih karunia berarti kekuatan dari atas ketika kita lemah. Paulus belajar bahwa kuasa Tuhan menjadi sempurna dalam kelemahan. Ini adalah prinsip penting dalam perjanjian anugerah. Dalam rencana penebusan Allah, kelemahan manusia bukanlah penghalang bagi karya-Nya. Justru di dalam kelemahan itulah Kristus dimuliakan. Gereja masa kini sering merasa perlu kekuatan, strategi, dan pengaruh. Gereja berpikir bahwa yang dibutuhkan adalah fasilitas yang lebih besar. Gereja juga sering mengejar pengakuan dunia. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa yang paling dibutuhkan adalah kasih karunia-Nya. Tanpa kasih karunia, pelayanan menjadi kering dan sombong. Tanpa kasih karunia, gereja mudah putus asa ketika menghadapi tekanan. Kasih karunia membuat kita tetap setia saat doa belum dijawab seperti keinginan kita. Kasih karunia menolong kita melihat salib Kristus sebagai pusat pengharapan. Di dalam Kristus, kita belajar bahwa kemenangan lahir melalui penderitaan. Salib menunjukkan bahwa kuasa Allah dinyatakan melalui kelemahan. Karena itu Paulus dapat bermegah dalam kelemahannya. Ia sadar bahwa ketika ia lemah, maka ia kuat di dalam Tuhan. Gereja saat ini tidak terutama membutuhkan kekuatan manusia. Gereja membutuhkan hati yang bersandar pada anugerah Kristus. Ketika gereja hidup dalam kasih karunia, nama Tuhan dipermuliakan dan umat dikuatkan.

Doa Hari Ini :

“Tuhan, ajar kami untuk mengandalkan kasih karunia-Mu dalam setiap kelemahan kami. Bentuk gereja-Mu agar tidak mencari kekuatan dunia, tetapi bersandar penuh pada salib Kristus. Biarlah kuasa-Mu nyata di dalam kelemahan kami sehingga nama-Mu dimuliakan. Terima kasih Tuhan, Amin!”