Dasar Iman yang Teguh

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Dasar Iman yang Teguh

Bacaan : Ibrani 11 : 1 – 40

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Ibrani 11:1 menjelaskan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan. Iman juga adalah bukti dari hal-hal yang belum kita lihat. Banyak orang ingin melihat janji Allah digenapi dalam hidup mereka. Namun sering kali mereka ingin melihat terlebih dahulu baru percaya. Firman Tuhan justru mengajarkan kebalikannya. Kita percaya lebih dahulu, lalu kita melihat karya Tuhan. Iman menjadi dasar yang kokoh bagi hidup orang percaya. Tanpa iman, hati manusia mudah goyah oleh keadaan. Tetapi dengan iman, hati tetap tenang walaupun situasi belum berubah. Iman membuat kita yakin bahwa Allah setia pada janji-Nya. Sejak Perjanjian Lama, Allah sudah menunjukkan kesetiaan-Nya kepada umat-Nya. Setiap janji-Nya selalu berkaitan dengan rencana keselamatan-Nya. Puncak dari janji itu adalah keselamatan di dalam Yesus Kristus. Karena itu iman kita tidak berdiri di atas perasaan. Iman kita berdiri di atas janji dan karya Allah. Ketika kita percaya kepada Tuhan, kita sedang berdiri di atas dasar yang kuat. Walaupun mata kita belum melihat jawabannya, hati kita tetap berharap. Harapan itu bukan harapan kosong. Harapan itu bersumber dari Allah yang tidak pernah berdusta. Orang yang hidup dengan iman tidak dikendalikan oleh ketakutan. Ia percaya bahwa Tuhan sedang bekerja di balik setiap keadaan. Bahkan ketika jalan terasa gelap, iman tetap menuntun langkah kita. Iman membuat kita tetap setia berjalan bersama Tuhan. Dari iman inilah kita belajar menunggu dengan sabar. Dari iman pula kita melihat janji Tuhan mulai digenapi. Maka rahasia mengalami janji Allah adalah memiliki iman yang teguh. Iman yang percaya penuh kepada Tuhan. Iman yang terus bersandar pada karya penebusan Kristus.

Doa Hari Ini :

“Tuhan, ajar kami memiliki iman yang teguh dan percaya penuh kepada janji-Mu. Tolong kami untuk tetap berharap kepada-Mu walaupun kami belum melihat jawabannya. Biarlah hidup kami selalu bersandar pada karya keselamatan-Mu di dalam Yesus Kristus. Terima kasih Tuhan, Amin.”