Kasih Karunia dan Pemberian Allah

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Kasih Karunia dan Pemberian Allah

Bacaan : Efesus 2 : 1 – 10

“8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Efesus 2:8-9 mengajarkan bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah. Keselamatan itu bukan hasil usaha kita sendiri. Ini berarti tidak ada manusia yang bisa membanggakan dirinya. Semua berasal dari pemberian Allah yang penuh kasih. Kasih karunia adalah anugerah yang tidak layak kita terima. Kita berdosa, tetapi Allah tetap mengasihi kita. Ia memberikan keselamatan melalui Yesus Kristus. Iman adalah cara kita menerima anugerah itu. Iman bukan sekadar percaya di pikiran saja. Iman juga berarti menyerahkan hidup kepada Tuhan. Ketika kita beriman, kita belajar taat kepada-Nya. Ketaatan adalah bukti bahwa iman kita hidup. Tanpa ketaatan, iman menjadi kosong. Namun ketaatan bukan untuk mendapatkan keselamatan. Ketaatan adalah respons atas kasih karunia. Kita taat karena kita sudah diselamatkan. Kita hidup benar karena kita bersyukur kepada Allah. Ini adalah pola hidup orang percaya. Kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri. Kita hidup untuk memuliakan Tuhan. Setiap hari kita belajar taat dalam hal kecil. Roh Kudus menolong kita untuk hidup benar. Kita tidak sempurna, tetapi terus bertumbuh. Allah setia memimpin kita dalam proses ini. Karena itu, mari kita pegang iman dengan rendah hati. Dan mari kita hidup dalam ketaatan sebagai wujud syukur kita kepada Allah.

Doa:

“Tuhan, terima kasih atas kasih karunia-Mu yang menyelamatkan kami tanpa usaha kami sendiri. Ajarlah kami untuk memiliki iman yang hidup dan taat kepada kehendak-Mu setiap hari. Tolong kami untuk hidup dalam syukur dan memuliakan nama-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin!”