“Berfirmanlah Allah: ”Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.”
Kejadian 1:1-31 mengajarkan bahwa pada mulanya Allah menciptakan segala sesuatu dengan firman-Nya. Allah tidak membutuhkan bahan, karena Dia cukup berkata dan semuanya jadi. Dari gelap menjadi terang, dari kosong menjadi penuh, semua terjadi karena firman Tuhan. Ini menunjukkan bahwa percaya kepada Allah berarti percaya pada kuasa firman-Nya. Percaya itu bukan hanya melihat dengan mata, tetapi melihat dengan iman. Ketika Allah berkata, “Jadilah terang,” terang itu langsung ada. Dalam hidup kita, sering kali kita melihat kegelapan lebih dahulu. Kita melihat masalah, ketakutan, dan kekosongan. Namun Tuhan mengajar kita untuk tidak berhenti pada apa yang terlihat. Iman mendorong kita untuk percaya pada apa yang Tuhan katakan. Dalam perspektif perjanjian penebusan, firman Allah selalu membawa kehidupan. Dari penciptaan sampai keselamatan di dalam Kristus, Allah bekerja melalui firman-Nya. Sama seperti terang mengalahkan gelap, firman Tuhan mengalahkan dosa. Kita dipanggil untuk hidup dalam terang itu. Percaya berarti menerima firman Tuhan sebagai kebenaran. Percaya juga berarti berani berkata sesuai firman Tuhan. Ketika kita berkata sesuai firman Tuhan, kita sedang menyatakan iman kita. Hidup kita tidak lagi dikendalikan oleh keadaan. Hidup kita dikendalikan oleh janji Tuhan. Allah melihat semua ciptaan-Nya dan berkata bahwa semuanya baik. Ini menunjukkan bahwa rencana Allah selalu sempurna. Dalam Kristus, kita dipulihkan menjadi ciptaan yang baik. Karena itu, kita harus belajar melihat hidup dari sudut pandang Allah. Kita harus belajar berkata sesuai dengan firman Tuhan. Jangan biarkan kegelapan menentukan perkataan kita. Biarlah terang firman Tuhan yang keluar dari mulut kita. Ketika kita percaya dan berkata sesuai firman, kita hidup dalam terang Allah. Inilah kehidupan iman yang sejati, yaitu percaya, melihat dengan iman, dan berkata sesuai firman Tuhan.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, ajar aku untuk percaya pada firman-Mu lebih dari apa yang aku lihat. Tolong aku untuk hidup dalam terang-Mu dan berkata sesuai dengan kebenaran-Mu. Bentuk hidupku agar mencerminkan iman yang percaya dan taat kepada-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin!”