“Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.”
Kejadian 1:3 berkata, “Berfirmanlah Allah: Jadilah terang, lalu terang itu jadi.” Ayat ini menunjukkan bahwa kuasa Allah bekerja melalui firman-Nya. Ketika Allah berbicara, kekacauan berubah menjadi terang. Tidak ada kegelapan yang dapat menahan suara-Nya. Firman Allah selalu penuh kuasa dan tidak pernah gagal. Dari awal penciptaan kita melihat bahwa Allah bekerja dengan pasti. Hal ini mengajarkan bahwa doa bukan sekadar kata-kata kosong. Doa yang berkuasa adalah doa yang selaras dengan firman Tuhan. Saat kita berdoa, kita datang kepada Allah yang sama yang menciptakan terang. Ia masih berkuasa mengubah keadaan hidup kita hari ini. Mungkin ada gelap dalam hati, keluarga, pekerjaan, atau masa depan kita. Namun Allah sanggup berkata, “Jadilah terang,” atas hidup kita. Ketika kita berdoa dengan iman, kita percaya bahwa Tuhan sedang bekerja. Iman melihat kuasa Tuhan sebelum mata melihat hasilnya. Doa yang beriman tidak bergantung pada keadaan sekitar. Doa yang beriman bergantung pada karakter Allah yang setia. Jika Allah mampu mencipta dunia dari ketiadaan, Ia juga mampu menolong kita. Jika Allah mengusir gelap dengan firman-Nya, Ia juga mampu mengusir takut dari hati kita. Karena itu jangan lelah berdoa. Jangan berhenti percaya saat jawaban belum datang. Tetaplah bersandar pada janji Tuhan setiap hari. Yesus Kristus adalah Terang dunia yang datang ke dalam gelap manusia. Di dalam Dia, doa kita memiliki pengharapan yang hidup. Saat kita berdoa dalam nama-Nya, kita datang dengan keyakinan kepada Bapa. Hari ini percayalah, firman Tuhan masih berkuasa bekerja. Berdoalah dengan iman, sebab Allah masih berkata dan terang masih jadi.
Doa Hari Ini:
“Tuhan yang Mahakuasa, aku percaya firman-Mu sanggup mengubah setiap kegelapan dalam hidupku menjadi terang. Ajarku berdoa dengan iman dan tetap percaya sekalipun aku belum melihat jawabannya. Dalam nama Yesus Kristus, biarlah kuasa-Mu bekerja atas hidupku, amin. Terima kasih Tuhan, Amin!”