“Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta.”
Mazmur 148:5 berkata, “Biarlah semuanya memuji nama TUHAN.” Ayat ini mengingatkan kita bahwa pujian adalah kehendak Allah bagi seluruh ciptaan. Langit, bumi, laut, gunung, dan manusia dipanggil untuk memuji Dia. Tuhan layak dipuji karena Dia yang menciptakan semuanya. Tidak ada satu pun yang ada tanpa firman-Nya. Jika ciptaan saja memuji Tuhan, maka manusia lebih lagi harus memuji-Nya. Pujian adalah doa yang penuh kuasa di hadapan Tuhan. Saat kita memuji Tuhan, hati kita diarahkan kepada kebesaran-Nya. Saat kita memuji Tuhan, iman kita dikuatkan kembali. Saat kita memuji Tuhan, ketakutan mulai hilang. Saat kita memuji Tuhan, damai sejahtera memenuhi hati. Pujian mengingatkan kita bahwa Tuhan tetap berdaulat atas hidup kita. Dalam Yesus Kristus, kita melihat kasih Allah yang terbesar. Melalui salib, kita tahu Tuhan layak menerima segala hormat. Melalui kebangkitan Kristus, kita tahu Tuhan berkuasa atas maut. Karena itu, pujian kita tidak bergantung pada keadaan. Kita memuji Tuhan bukan hanya saat senang. Kita juga memuji Tuhan saat air mata jatuh. Kita memuji Tuhan saat doa belum terjawab. Pujian seperti itu menjadi persembahan yang indah. Tuhan senang kepada hati yang tetap memuliakan-Nya. Hari ini belajarlah membuka mulut untuk memuji Tuhan. Sebutlah nama-Nya dengan syukur dan hormat. Percayalah, doa yang disertai pujian memiliki kuasa besar. Biarlah hidup kita setiap hari menjadi nyanyian bagi kemuliaan Tuhan.
Doa Hari ini :
“Tuhan, ajar kami memuji nama-Mu dalam segala keadaan hidup kami. Penuhi hati kami dengan iman, damai sejahtera, dan sukacita saat kami datang memuji-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, jadikan hidup kami alat untuk memuliakan Engkau, Terima kasih Tuhan. Amin.”