“Sebab Kristus adalah ”ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan ”Amin” untuk memuliakan Allah.”
Di dalam 2 Korintus 1:20, Paulus berkata bahwa semua janji Allah adalah “Ya” dan “Amin” di dalam Kristus. Kebenaran ini sudah terlihat sejak kitab Kejadian. Setelah manusia memberontak kepada Allah di Babel, dunia dipenuhi kesombongan dan dosa. Manusia ingin meninggikan namanya sendiri. Namun Allah tidak membiarkan rencana keselamatan-Nya gagal. Allah memanggil Abram keluar dari lingkungan yang penuh penyembahan berhala. Abram dipanggil bukan karena ia lebih baik dari orang lain. Abram dipilih karena kasih karunia Allah. Allah berjanji untuk memberkati Abram. Allah juga berjanji menjadikan Abram berkat bagi banyak bangsa. Janji itu tampak sangat besar dan sulit dipercaya. Abram tidak memiliki tanah yang tetap. Abram juga belum memiliki keturunan seperti yang dijanjikan Allah. Namun Allah tetap setia kepada firman-Nya. Setiap langkah hidup Abram menunjukkan bahwa Allah sedang menggenapi janji-Nya. Dari keturunan Abram lahirlah bangsa Israel. Dari bangsa Israel lahirlah Mesias yang dijanjikan. Mesias itu adalah Yesus Kristus. Di dalam Kristus, janji keselamatan bagi segala bangsa digenapi. Karena itu, janji kepada Abram bukan hanya tentang satu keluarga. Janji itu adalah bagian dari rencana penebusan Allah bagi dunia. Semua janji Allah mencapai puncaknya di dalam Yesus. Di dalam Dia, janji Allah menjadi “Ya”. Melalui iman kepada-Nya, umat Allah menjawab dengan “Amin”. Karena itu, seperti Abram, kita dipanggil untuk percaya kepada Allah yang setia dan hidup menjadi saluran berkat bagi banyak orang.
Doa Hari Ini :
“Bapa di surga, terima kasih karena semua janji-Mu digenapi dengan sempurna di dalam Yesus Kristus. Tolong kami memiliki iman seperti Abram yang percaya kepada firman-Mu sekalipun keadaan belum terlihat sesuai janji-Mu. Pakailah hidup kami menjadi saluran berkat bagi banyak orang demi kemuliaan nama-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin.”