“5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.”
Roma 1:5 mengajarkan bahwa Paulus menerima kasih karunia dari Tuhan untuk melayani-Nya. Kasih karunia berarti pemberian Tuhan yang tidak dapat kita peroleh dengan usaha sendiri. Keselamatan adalah anugerah Allah bagi orang berdosa. Tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Karena itu, prioritas hidup yang benar dimulai dengan menerima kasih karunia Tuhan. Banyak orang mengejar kesuksesan, kekayaan, dan popularitas sebagai tujuan utama hidup. Namun semua itu tidak dapat menggantikan kasih karunia Allah. Tuhan ingin kita terlebih dahulu menyadari kebutuhan kita akan anugerah-Nya. Ketika kita menerima kasih karunia Tuhan, hati kita diubahkan. Kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri. Kita mulai hidup untuk memuliakan Tuhan. Kasih karunia mengajar kita untuk bersyukur setiap hari. Kasih karunia juga mengingatkan bahwa semua yang kita miliki berasal dari Tuhan. Tidak ada alasan untuk menyombongkan diri di hadapan Allah. Sebaliknya, kita belajar hidup dalam kerendahan hati. Melalui Kristus, Allah membuka jalan keselamatan bagi manusia. Inilah bukti kasih Allah yang terbesar dalam sejarah penebusan. Dari Perjanjian Lama hingga penggenapannya di dalam Kristus, Allah terus menunjukkan kasih karunia-Nya kepada umat-Nya. Karena itu, orang percaya harus menjadikan hubungan dengan Tuhan sebagai prioritas utama hidupnya. Ketika Tuhan menjadi yang terutama, keputusan hidup akan diarahkan oleh firman-Nya. Kita akan lebih mudah taat kepada kehendak-Nya. Kita juga akan memiliki hati yang siap melayani sesama. Hidup yang berpusat pada kasih karunia menghasilkan ketaatan yang lahir dari iman. Hari ini, marilah kita kembali mengingat bahwa kasih karunia Tuhan adalah dasar hidup, sumber keselamatan, dan alasan kita hidup bagi kemuliaan-Nya.
Doa Hari Ini :
Bapa di surga, terima kasih atas kasih karunia-Mu yang telah menyelamatkan kami melalui Yesus Kristus. Tolong kami menjadikan Engkau sebagai prioritas utama dalam hidup kami setiap hari. Ajarlah kami hidup dalam iman, ketaatan, dan rasa syukur atas anugerah-Mu yang besar. Terima kasihi Tuhan, Amin.”