“4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.”
Yohanes 1:4 mengajarkan bahwa sumber kehidupan yang sejati hanya ada di dalam Kristus. Banyak orang mengejar berbagai hal dalam hidup seperti uang, prestasi, popularitas, dan kesenangan. Namun semua hal itu tidak dapat memberikan kehidupan yang kekal. Yesus adalah satu-satunya sumber hidup yang sejati. Kehidupan yang diberikan Kristus bukan hanya berbicara tentang hidup secara fisik. Kehidupan itu juga berbicara tentang hubungan yang benar dengan Allah. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia kehilangan persekutuan yang sempurna dengan Tuhan. Karena itu manusia membutuhkan Juruselamat. Kristus datang ke dunia untuk memberikan hidup kepada orang berdosa. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Ia membuka jalan keselamatan bagi umat-Nya. Hidup yang sejati ditemukan ketika seseorang percaya kepada Kristus. Oleh sebab itu, prioritas hidup yang benar harus dimulai dari hubungan dengan Yesus. Jangan menjadikan hal-hal duniawi sebagai pusat hidup kita. Semua berkat dunia hanya bersifat sementara. Kristus harus menjadi yang terutama dalam hati kita. Ketika Kristus menjadi prioritas utama, kita akan melihat hidup dengan perspektif yang benar. Kita belajar mengasihi Tuhan lebih daripada segala sesuatu. Kita juga belajar menggunakan waktu, talenta, dan kesempatan untuk memuliakan-Nya. Kehidupan dari Kristus membawa terang bagi langkah kita. Terang-Nya menolong kita membedakan yang benar dan yang salah. Terang-Nya juga memberi pengharapan ketika kita menghadapi kesulitan. Semakin dekat kepada Kristus, semakin jelas arah hidup kita. Karena itu jangan mencari kehidupan di luar Kristus. Datanglah kepada-Nya setiap hari melalui firman dan doa. Ingatlah bahwa dalam Kristus ada kehidupan yang sejati, penuh makna, dan kekal selamanya.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah sumber kehidupan yang sejati bagi kami. Tolong kami untuk menjadikan Engkau sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan dan langkah hidup kami. Pimpin kami untuk hidup dalam terang-Mu sehingga nama-Mu dimuliakan melalui kehidupan kami. Terima kasih Tuhan, Amin.”