“Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.”
Matius 26:28 berkata, “Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” Sejak awal Alkitab, Allah menyatakan bahwa kemenangan sejati hanya dapat terjadi melalui karya-Nya. Dalam kisah Kejadian, manusia jatuh ke dalam dosa dan kehilangan persekutuan dengan Allah. Dosa membawa manusia ke dalam peperangan rohani yang tidak dapat dimenangkan dengan kekuatan manusia. Namun, Allah tidak meninggalkan manusia di dalam keadaan itu. Allah memberikan janji bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular (Kejadian 3:15). Janji itu menjadi awal dari perjalanan karya penebusan Allah dalam sejarah. Allah kemudian mengikat perjanjian dengan umat-Nya dan terus menyatakan kesetiaan-Nya. Dalam perjalanan itu, darah menjadi tanda penting bahwa hubungan dengan Allah membutuhkan pengorbanan. Darah menunjuk kepada kehidupan yang diberikan sebagai akibat dari dosa. Semua gambaran dalam Perjanjian Lama akhirnya mengarahkan kita kepada Kristus. Ketika Yesus berkata bahwa darah-Nya adalah darah perjanjian, Ia sedang menyatakan bahwa janji Allah mencapai puncaknya di dalam diri-Nya. Salib bukan tanda kekalahan Kristus, tetapi tempat kemenangan Allah dinyatakan. Di salib, Kristus menyerahkan hidup-Nya untuk menanggung hukuman dosa manusia. Darah Kristus menjadi dasar pengampunan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Melalui darah perjanjian itu, manusia yang berdosa dapat diperdamaikan kembali dengan Allah. Kemenangan ini bukan hasil perjuangan manusia, tetapi anugerah Allah melalui pengorbanan Kristus. Karena itu, kita tidak perlu hidup dalam ketakutan terhadap dosa dan kuasa kejahatan. Kristus telah menang dan kemenangan-Nya menjadi dasar pengharapan kita. Darah Kristus juga mengingatkan kita bahwa keselamatan bukan sesuatu yang murah, karena dibayar dengan hidup Anak Allah. Maka, kita dipanggil untuk menghargai kasih karunia itu dengan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Ketika menghadapi peperangan dalam kehidupan, kita dapat tetap percaya bahwa Allah memegang janji-Nya. Kita mungkin menghadapi kegagalan, pencobaan, penderitaan, dan pergumulan, tetapi Kristus tetap menjadi dasar kemenangan kita. Darah perjanjian mengingatkan kita bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat yang telah ditebus-Nya. Karena itu, marilah kita memandang kepada Kristus dan hidup dalam iman, sebab kemenangan Allah telah dinyatakan melalui darah perjanjian yang membawa pengampunan dosa dan kehidupan baru.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui darah-Mu Engkau menggenapi janji keselamatan dan memberikan pengampunan atas dosa kami. Tolong kami untuk tetap percaya kepada-Mu ketika menghadapi setiap peperangan dan pergumulan dalam hidup. Ajarlah kami hidup dalam ketaatan dan selalu mengingat bahwa kemenangan kami berdiri di atas karya penebusan-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin!”