Mengkaruniakan Segala Sesuatu

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Mengkaruniakan Segala Sesuatu

Bacaan : Roma 8 : 30-35

“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”

Roma 8:32 berkata bahwa Allah yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya bagi kita, pasti mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia. Ayat ini menunjukkan betapa besar kasih Allah kepada kita. Allah tidak memberikan sesuatu yang kecil, tetapi memberikan Anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus. Di dalam Kristus, kita melihat bahwa keselamatan adalah pemberian Allah, bukan hasil usaha manusia. Dosa membuat manusia menjadi hamba dan jauh dari Allah. Namun, Allah datang mencari dan menyelamatkan manusia melalui pengorbanan Kristus. Yesus rela mati di kayu salib untuk menanggung hukuman yang seharusnya kita terima. Karena Kristus telah menanggung dosa kita, kita tidak lagi hidup sebagai orang yang terikat oleh dosa. Kita telah dimerdekakan untuk hidup sebagai anak-anak Allah. Kemerdekaan itu bukan berarti kita boleh hidup sesuka hati. Kemerdekaan berarti kita tidak lagi harus dikuasai oleh dosa dan ketakutan. Allah bahkan memberikan Roh Kudus untuk menyertai kehidupan kita. Karena itu, kita dapat menjalani hidup dengan percaya kepada pemeliharaan Allah. Jika Allah sudah memberikan Anak-Nya bagi kita, kita tidak perlu meragukan kasih-Nya. Kita boleh percaya bahwa semua yang Allah berikan selalu berada dalam rencana-Nya yang baik. Kadang-kadang kita tidak menerima apa yang kita inginkan. Namun, Allah tidak pernah berhenti memberikan apa yang benar-benar kita perlukan. Pemberian terbesar Allah bukanlah harta, keberhasilan, atau kenyamanan. Pemberian terbesar itu adalah Kristus sendiri. Bersama Kristus, kita menerima pengampunan, kehidupan baru, dan pengharapan kekal. Karena itu, kita tidak perlu menjalani hidup dengan hati yang terus-menerus takut kehilangan. Kita dapat belajar bersyukur atas apa yang Tuhan berikan hari demi hari. Ketika menghadapi masalah, kita dapat mengingat bahwa kasih Allah tidak berubah. Ketika mengalami kekurangan, kita dapat tetap percaya bahwa Tuhan memelihara kita. Ketika gagal, kita dapat datang kembali kepada Kristus dan menerima anugerah-Nya. Inilah kemerdekaan yang sejati, yaitu hidup bukan berdasarkan ketakutan, tetapi berdasarkan kasih Allah. Maka, marilah kita menggunakan kemerdekaan ini untuk semakin mengasihi Tuhan dan melayani sesama. Sebab di dalam Kristus, kita bukan hanya menerima segala sesuatu yang diperlukan, tetapi menerima Dia yang menjadi dasar segala pengharapan kita.

Doa Hari Ini :

“Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui pengorbanan-Mu kami telah dimerdekakan dari dosa dan menerima kasih karunia Allah. Tolong kami untuk selalu percaya kepada pemeliharaan-Mu dan tidak hidup dalam ketakutan. Ajarlah kami menggunakan kemerdekaan yang Engkau berikan untuk mengasihi-Mu dan melayani sesama dengan setia. Amin.”