Tubuh Maut

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Tubuh Maut

Bacaan : Roma 7 : 1 – 26

“24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? 25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”

Roma 7:24-25 menunjukkan pergumulan Paulus ketika ia melihat kelemahan dan keberdosaan dirinya. Ia berkata, “Aku, manusia celaka!” karena ia sadar bahwa dirinya tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Tubuh maut menggambarkan keadaan manusia yang dikuasai dosa dan berada di bawah akibat dosa. Dosa membuat manusia mengetahui yang baik, tetapi sering kali tidak mampu melakukannya dengan kekuatannya sendiri. Karena itu, manusia membutuhkan pertolongan yang datang dari luar dirinya. Paulus tidak berhenti pada kesedihan karena kelemahannya. Ia segera melihat kepada Allah dan berseru, “Syukur kepada Allah!” Sebab Allah telah menyediakan keselamatan melalui Yesus Kristus. Kristus datang untuk melakukan apa yang tidak mampu dilakukan manusia. Di dalam Kristus, orang berdosa tidak lagi bergantung pada kekuatan dirinya sendiri. Keselamatan bukan hasil usaha manusia, tetapi anugerah Allah yang diberikan melalui Kristus. Inilah kelimpahan Kristus bagi kita. Ketika kita menyadari betapa lemahnya diri kita, kita semakin melihat betapa besar kasih karunia Kristus. Kristus tidak hanya mengampuni dosa kita, tetapi juga membawa kita kepada kehidupan yang baru. Salib Kristus menjadi dasar pengharapan bagi manusia yang tidak berdaya. Kebangkitan Kristus menyatakan bahwa kuasa dosa dan maut bukanlah akhir bagi umat-Nya. Karena itu, kita tidak perlu hidup dalam keputusasaan ketika melihat kelemahan kita. Kita boleh datang kepada Kristus dengan jujur dan mengakui bahwa kita membutuhkan-Nya setiap hari. Hidup dari kelimpahan Kristus berarti berhenti mengandalkan kemampuan diri sendiri. Hidup dari kelimpahan Kristus berarti menerima kekuatan, pengampunan, dan kehidupan yang hanya dapat diberikan oleh-Nya. Dalam perjanjian anugerah, Allah mengambil inisiatif menyelamatkan umat-Nya melalui karya Kristus. Karena Kristus telah menjadi Penebus kita, kegagalan kita tidak menjadi kata terakhir dalam hidup kita. Kita tetap dipanggil untuk melawan dosa, tetapi kita melakukannya dengan pertolongan Kristus. Maka, ketika kita melihat “tubuh maut” kita, jangan hanya melihat kelemahan diri, tetapi pandanglah kepada Kristus yang menyelamatkan. Kiranya setiap hari kita hidup bukan dari kekuatan kita yang terbatas, melainkan dari kelimpahan Kristus yang tidak pernah habis.

Doa Hari Ini :

“Tuhan Yesus, kami mengakui bahwa kami lemah dan tidak mampu menyelamatkan diri kami sendiri dari kuasa dosa. Terima kasih karena melalui karya-Mu kami menerima pengampunan, kehidupan baru, dan pengharapan. Tolong kami untuk setiap hari berhenti mengandalkan diri sendiri dan hidup dari kelimpahan kasih karunia-Mu.”