“Abram menjawab: ‘Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.'”
Kejadian 15:2 memperlihatkan Abram yang sedang bergumul dengan kenyataan hidupnya. Abram berkata kepada Allah bahwa ia belum memiliki anak yang dapat menjadi ahli warisnya. Di balik perkataan itu terdapat kerinduan, pertanyaan, dan pergumulan tentang janji Allah. Abram telah menerima panggilan Allah, tetapi ia belum melihat seluruh penggenapan janji tersebut. Keadaan ini mengajarkan bahwa iman tidak berarti kita selalu memahami cara Allah bekerja. Kadang-kadang kita percaya kepada Allah ketika keadaan belum sesuai dengan harapan kita. Allah tidak menegur Abram karena ia datang dengan pergumulannya. Sebaliknya, Allah terus menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang memegang janji. Janji Allah tidak bergantung pada kekuatan manusia untuk menggenapinya. Allah sendiri berkuasa menggenapkan apa yang telah Ia firmankan. Dalam konteks perjanjian, Allah sedang membentuk Abram untuk percaya kepada-Nya, bukan hanya kepada apa yang dapat dilihatnya. Janji tentang keturunan dan berkat akan menjadi bagian penting dari karya penebusan Allah dalam sejarah. Janji itu pada akhirnya mengarah kepada Kristus, keturunan yang membawa berkat bagi bangsa-bangsa. Karena itu, kisah Abram bukan hanya tentang mendapatkan apa yang diinginkan manusia. Kisah ini terutama menunjukkan kesetiaan Allah dalam menjalankan rencana keselamatan-Nya. Kita juga sering bertanya ketika doa belum dijawab dan janji Tuhan belum terlihat. Kita mungkin merasa bahwa waktu Tuhan terlalu lama atau keadaan kita tidak berubah. Namun, keterlambatan yang kita rasakan tidak berarti Allah melupakan kita. Allah tetap bekerja meskipun pekerjaan-Nya belum dapat kita lihat dengan jelas. Di dalam Kristus, kita memiliki dasar yang kuat untuk percaya bahwa janji Allah adalah sempurna. Kristus adalah penggenapan puncak dari janji keselamatan yang telah dinyatakan Allah sejak awal sejarah penebusan. Melalui Kristus, kita menerima keselamatan bukan karena kita layak, tetapi karena kasih karunia Allah. Karena itu, kita tidak perlu membangun pengharapan hanya berdasarkan keadaan hari ini. Kita dapat memegang firman Allah karena Dia yang berjanji adalah Allah yang setia. Maka, ketika hidup terasa tidak pasti, marilah kita tetap percaya dan menantikan waktu Tuhan. Janji Allah mungkin tidak selalu berjalan sesuai dengan waktu yang kita inginkan, tetapi selalu berjalan sesuai dengan rencana-Nya yang sempurna.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, ajarilah kami untuk tetap percaya kepada janji-Mu ketika kami belum melihat penggenapannya. Tolong kami untuk tidak menyerah dalam pergumulan, tetapi memandang kepada Kristus sebagai penggenapan janji keselamatan-Mu. Bentuklah hati kami untuk menantikan waktu-Mu dengan iman, karena kami percaya bahwa semua janji-Mu adalah sempurna dan Engkau selalu setia. Terima kasih Tuhan, Amin!”