Perjanjian yang Tidak Bercacat

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Perjanjian yang Tidak Bercacat

Bacaan : Ibrani 8 : 1 – 13

“7 Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.”

Ibrani 8:7 menjelaskan bahwa perjanjian pertama memiliki kekurangan sehingga diperlukan perjanjian yang kedua. Allah memberikan hukum-Nya kepada umat Israel untuk menunjukkan kehendak-Nya yang kudus. Hukum Allah itu baik karena menunjukkan bagaimana manusia seharusnya hidup di hadapan-Nya. Namun, manusia berdosa dan tidak mampu menaati hukum Allah dengan sempurna. Dosa membuat manusia gagal hidup sesuai dengan kehendak Allah. Hukum dapat menunjukkan dosa manusia, tetapi hukum tidak dapat menghapus dosa itu sendiri. Karena itu, manusia membutuhkan pertolongan Allah untuk memperoleh keselamatan. Sejak awal, Allah telah menyatakan rencana keselamatan-Nya melalui perjanjian dengan umat-Nya. Allah berjanji kepada Abraham bahwa melalui keturunannya, semua bangsa akan mendapat berkat. Janji itu menjadi bagian penting dari rencana Allah untuk menyelamatkan umat-Nya. Allah kemudian memberikan hukum kepada Israel untuk mengajar mereka hidup sebagai umat perjanjian-Nya. Namun, sejarah Israel menunjukkan bahwa manusia terus gagal menaati Allah. Kegagalan ini memperlihatkan bahwa manusia membutuhkan perjanjian yang lebih baik. Perjanjian yang lebih baik itu digenapi melalui Yesus Kristus. Yesus datang bukan untuk meniadakan kehendak Allah, melainkan untuk menggenapinya. Melalui ketaatan-Nya, Yesus melakukan apa yang tidak dapat dilakukan manusia berdosa. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus menanggung hukuman dosa umat-Nya. Melalui kebangkitan-Nya, Yesus menyatakan kemenangan atas dosa dan maut. Dengan demikian, Yesus menjadi Pengantara perjanjian yang baru antara Allah dan umat-Nya. Di dalam perjanjian yang baru, pengampunan dosa diberikan berdasarkan karya Yesus Kristus. Allah juga berjanji menuliskan hukum-Nya di dalam hati umat-Nya. Artinya, ketaatan tidak lagi sekadar menjadi tuntutan dari luar, tetapi juga menjadi buah karya Roh Kudus di dalam diri orang percaya. Kita menaati Allah bukan untuk membeli keselamatan, melainkan karena kita telah menerima kasih karunia-Nya di dalam Kristus. Oleh sebab itu, kita tidak perlu mengandalkan kekuatan sendiri untuk memperoleh perkenanan Allah. Kita dipanggil untuk percaya kepada Yesus dan hidup dalam ketaatan yang lahir dari iman. Perjanjian yang baru memberikan pengharapan bahwa Allah mengampuni, memperbarui, dan memimpin umat-Nya sampai pada penggenapan rencana keselamatan-Nya.

Doa Hari Ini :

“Bapa di surga, terima kasih karena melalui Yesus Kristus Engkau memberikan perjanjian yang baru, mengampuni dosa kami, dan membuka jalan bagi kami untuk hidup dekat dengan-Mu. Tolong kami agar tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi percaya kepada karya keselamatan Kristus dan hidup dalam ketaatan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Biarlah firman-Mu tertulis di dalam hati kami sehingga hidup kami semakin memuliakan nama-Mu setiap hari. Amin.”