“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan”
Efesus 4:29-30 mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga perkataan kita dalam terang kasih karunia Allah. Tuhan tidak menciptakan mulut kita untuk menghancurkan, melainkan untuk membangun. Kata-kata memiliki kuasa untuk menyembuhkan, tetapi juga bisa melukai. Paulus menasihati agar setiap kata yang keluar dari mulut kita membawa berkat, bukan kehancuran. Kita dipanggil untuk berkata-kata seperti Kristus, Sang Firman Hidup. Dalam hidup-Nya, Yesus tidak pernah mengucapkan perkataan yang sia-sia. Ia selalu berbicara dalam kasih, kebenaran, dan tujuan ilahi. Di kayu salib, Yesus bahkan berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka.” Perkataan-Nya membuktikan kasih penebusan yang besar. Karena itu, perkataan kita harus mencerminkan Injil yang telah menyelamatkan kita. Perkataan yang baik memperkuat tubuh Kristus, yaitu gereja-Nya. Sebaliknya, kata-kata yang busuk merusak persekutuan dan menyedihkan Roh Kudus. Roh Kudus adalah meterai keselamatan kita dalam perjanjian anugerah. Ia memateraikan kita sampai hari penebusan. Maka, menjaga perkataan adalah bagian dari hidup dalam terang penebusan. Kita tidak diselamatkan oleh kata-kata kita, tetapi kata-kata kita mencerminkan keselamatan yang kita terima. Perkataan yang penuh kasih adalah buah dari hidup yang telah disentuh salib Kristus. Setiap kali kita menahan lidah dari amarah, kita sedang mengikuti jejak Sang Penebus. Ketika kita menghibur yang sedih lewat perkataan, kita sedang memperpanjang tangan kasih Yesus. Dalam dunia yang penuh kepahitan, perkataan yang penuh kasih menjadi kesaksian yang kuat. Perjanjian Baru dibentuk oleh darah Kristus, dan kita adalah umat-Nya yang hidup menurut firman-Nya. Maka, marilah kita menata lidah kita sesuai Injil yang kita imani. Jangan biarkan mulut kita menjadi sumber kutuk, tetapi jadikanlah itu saluran berkat. Setiap ucapan harus ditimbang dalam terang salib. Biarlah setiap kata memuliakan Tuhan. Sebab hidup kita telah ditebus dengan harga yang mahal. Dan Roh Kudus yang diam dalam kita layak dihormati dalam setiap perkataan. Yesus adalah teladan dan kekuatan kita untuk berkata-kata dengan kasih.
Doa Hari Ini :
“Bapa, aku percaya ucapanku penuh berkat karena penebusan Kristus bagiku. Aku percaya ucapanku penuh berkat karena aku adalah manusia baru di dalam Yesus Kristus. Terima kasih Bapa, Amin!”