“Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”
Efesus 4:31-32 mengajarkan kita untuk meninggalkan semua kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah, dan segala kejahatan. Allah tidak menciptakan manusia untuk hidup dalam kebencian, tetapi dalam kasih. Dosa telah merusak relasi manusia dengan Allah dan sesama. Namun, melalui penebusan Kristus, relasi itu dapat dipulihkan. Ketika kita diselamatkan oleh anugerah, kita juga dipanggil untuk hidup dalam kasih. Kasih itu bukan hanya perasaan, tetapi tindakan nyata. Ayat ini menuntun kita untuk menjadi ramah terhadap sesama. Kita dipanggil untuk penuh belas kasihan. Kita harus saling mengampuni, seperti Allah telah mengampuni kita dalam Kristus. Pengampunan yang sejati hanya mungkin jika kita telah lebih dahulu mengalami pengampunan Allah. Dalam Perjanjian Lama, Allah telah berjanji akan mengadakan perjanjian baru melalui Mesias. Yesus datang sebagai pemenuhan janji itu. Di kayu salib, Dia memikul semua dosa dan kepahitan kita. Dia dihina agar kita dipulihkan. Dia disakiti agar kita disembuhkan. Dalam terang salib, kita belajar untuk tidak menyimpan dendam. Salib mengajarkan kita untuk merendahkan diri. Sebab Kristus yang adalah Tuhan, rela merendahkan diri-Nya bagi kita. Jika Yesus mengampuni kita, mengapa kita menolak mengampuni orang lain? Kasih dan pengampunan bukan hanya etika Kristen, tetapi bukti hidup baru dalam Kristus. Kita tidak lagi hidup dalam sistem dunia, tetapi dalam kerajaan anugerah. Roh Kudus menolong kita untuk mengalahkan kebencian dengan kasih. Kita tidak kuat dengan diri sendiri, tetapi kuat karena kuasa Injil. Hati yang pahit perlu disucikan oleh kasih Kristus. Hanya Dialah yang sanggup mengubah hati batu menjadi hati yang lembut. Oleh karena itu, mari kita hidup sebagai anak-anak terang. Jangan biarkan luka lama menguasai kita, tetapi izinkan kasih Yesus menyembuhkan kita. Kita mengampuni bukan karena orang itu layak, tetapi karena kita telah menerima kasih yang tidak layak. Inilah hidup dalam perjanjian anugerah: mengasihi, mengampuni, dan hidup seperti Kristus.
Doa Hari Ini :
“Bapa, aku percaya tindakan yang mulia itu muncul di dalam kehidupanku karena aku adalah umat tebusan Yesus Kristus. Aku percaya aku terbebas dari kebencian, hatiku menjadi lembut agar aku hidup memuliakan namaMu. Terima kasih Bapa, Amin!”