“ 10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.”
Dalam 1 Korintus 15:10, Paulus menyatakan bahwa semua yang ia capai adalah karena kasih karunia Allah yang menyertainya. Ini bukan berarti Paulus pasif dan tidak berbuat apa-apa. Ia tetap bekerja keras, bahkan lebih dari rasul-rasul lainnya. Namun, ia sadar bahwa kerja kerasnya tidak lepas dari anugerah Allah. Di sinilah kita melihat harmoni antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia. Allah yang berdaulat menginisiasi dan menopang segalanya dengan kasih karunia-Nya. Namun manusia juga dimampukan untuk bertindak dengan sungguh-sungguh. Ini bukan pertentangan, tapi kemitraan yang kudus. Kasih karunia bukan alasan untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, kasih karunia adalah kekuatan untuk bekerja dengan giat. Tanpa kasih karunia, usaha kita sia-sia. Tapi tanpa tanggapan manusia, kasih karunia juga tidak akan dinyatakan dalam tindakan nyata. Paulus adalah contoh orang yang tunduk kepada kedaulatan Allah, tapi tidak mengabaikan tanggung jawabnya. Dia tidak sombong atas keberhasilannya. Ia tidak berkata, “Ini semua karena usahaku.” Tapi juga tidak berkata, “Biarkan Allah saja yang bekerja.” Ia menyadari bahwa Allah bekerja di dalam dan melalui dirinya. Ini adalah rahasia hidup Kristen yang sejati. Kita tidak bisa menyombongkan diri, karena semua berasal dari Allah. Tapi kita juga tidak boleh menyerah dan berkata kita tidak bisa apa-apa. Dalam kasih karunia, kita dikuatkan untuk melangkah, bekerja, dan melayani. Dalam kasih karunia, kita belajar untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Dalam kasih karunia, kita dimampukan untuk setia. Hubungan antara Allah dan manusia bukan hubungan satu arah. Ini adalah relasi yang dinamis dan hidup. Allah memimpin, manusia menanggapi. Allah memberi, manusia memakai. Allah mengutus, manusia melangkah. Inilah keindahan dari kasih karunia yang menyertai.
Doa:
“Bapa, terima kasih untuk kasih karunia-Mu yang terus menyertai hidup kami. Ajarkan kami untuk hidup setia dan bekerja keras sebagai tanggapan atas anugerah-Mu. Mampukan kami untuk hidup dalam harmoni dengan kehendak-Mu setiap hari. Terima kasih Bapa, Amin!”