“Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”
Tuhan menginginkan agar setiap orang percaya tidak hidup dalam kebodohan rohani. Kita dipanggil untuk mengerti kehendak Tuhan, bukan sekadar menjalani hidup tanpa arah. Mengerti kehendak Tuhan berarti membuka hati terhadap firman-Nya setiap hari. Tuhan tidak menyembunyikan kehendak-Nya, tetapi menyatakannya melalui Alkitab. Oleh sebab itu, kita harus rajin membaca dan merenungkan firman Tuhan. Firman Tuhan adalah terang yang menuntun langkah kita. Tanpa firman, kita mudah tersesat dalam keinginan sendiri. Orang yang bijak adalah orang yang mencari tahu apa yang Tuhan inginkan. Hidup yang dipimpin oleh kehendak Tuhan akan berbuah kebenaran. Tuhan tidak hanya ingin kita tahu kehendak-Nya, tetapi juga melakukannya. Melakukan kehendak Tuhan menunjukkan bahwa kita mengenal Dia. Hidup yang utuh berarti hidup yang tidak terpecah antara kehendak pribadi dan kehendak Tuhan. Banyak orang tahu firman, tetapi tidak taat kepada firman. Tuhan mau agar kita menjadi pelaku firman, bukan hanya pendengar. Dalam Kristus, kita diberikan kuasa untuk taat. Kehendak Tuhan selalu mendatangkan damai sejahtera. Meski kadang tidak mudah, kehendak-Nya adalah jalan yang terbaik. Dunia menawarkan banyak pilihan, tapi hanya kehendak Tuhan yang kekal. Pribadi yang utuh adalah pribadi yang menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Ia tidak mengikuti arus dunia, tetapi dipimpin oleh Roh Kudus. Ia belajar tunduk dan bersabar menanti petunjuk Tuhan. Ia rela mengorbankan kehendaknya sendiri demi kehendak Allah. Ia tidak hidup dalam kekacauan, karena ia tahu arah hidupnya. Ia menjadikan doa sebagai nafas hidupnya untuk mencari wajah Tuhan. Ia tidak bertindak terburu-buru, tetapi menimbang segala sesuatu dalam terang firman. Ia percaya bahwa kehendak Tuhan adalah anugerah, bukan beban. Maka dari itu, marilah kita terus belajar mengenal dan mengerti kehendak Tuhan, agar hidup kita menjadi utuh dan berkenan kepada-Nya.
Doa Hari Ini :
“Bapa, tolong aku agar aku tidak hidup dalam kebodohan rohani, tetapi sungguh-sungguh mengerti kehendak-Mu. Beri aku hati yang tunduk dan taat untuk melakukan apa yang Engkau inginkan. Jadikan aku pribadi yang utuh dan berkenan di hadapan-Mu. Terima kasih Bapa, Amin!”