“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi pribadi yang utuh di hadapan Allah. Pribadi yang utuh berarti hidup seimbang dalam iman, karakter, dan perbuatan. Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup asal-asalan. Ia rindu kita bertumbuh menjadi dewasa rohani. Banyak orang merasa lemah saat menghadapi tantangan. Tapi Paulus berkata bahwa ia sanggup menanggung segala perkara. Ia tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia bersandar penuh kepada Kristus. Dalam Kristus, kita menemukan kekuatan sejati. Ketika kita merasa tidak mampu, Tuhan sanggup memampukan kita. Dalam segala musim hidup, Yesus selalu hadir. Kita bisa kuat bukan karena hebat, tapi karena Tuhan yang menguatkan. Kehendak Allah sering kali tidak mudah dilakukan. Tapi kita tidak berjalan sendiri. Allah menyertai dan memperlengkapi kita. Menjadi pribadi yang siap melakukan kehendak Allah adalah wujud iman yang hidup. Kita berkata “ya” pada rencana-Nya meski terasa berat. Kristus memberi kekuatan bagi kita untuk taat. Kesetiaan kecil kita akan dipakai untuk hal besar. Allah tidak mencari orang sempurna, tetapi orang yang mau dibentuk. Dia sanggup membentuk hati yang lembut dan siap dipakai-Nya. Ketika kita menyerahkan diri pada kehendak-Nya, kita hidup dalam tujuan sejati. Di dalam Kristus, hidup kita tidak sia-sia. Karena itu, mari kita hidup sebagai pribadi yang utuh. Pribadi yang kuat karena bergantung pada Yesus. Pribadi yang siap melakukan kehendak Allah dengan setia. Apa pun yang kita hadapi, Tuhan memberi kekuatan. Bersama Yesus, kita bisa menghadapi dan menanggung segalanya.
Doa Hari Ini :
“Bapa terima kasih karena Engkau selalu memberi kekuatan dalam setiap hal yang harus aku hadapi. Bentuklah aku menjadi pribadi yang utuh dan setia melakukan kehendak-Mu. Pimpinlah hidupku agar selalu bergantung kepada-Mu, bukan pada kekuatanku sendiri. Terima kasih Bapa, Amin!”