Abraham Bapak Orang Beriman

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Abraham Bapak Orang Beriman

Bacaan : Kejadian 13 : 1-18

“sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.”

Abraham berjalan bersama Tuhan dari Mesir kembali ke tanah yang dijanjikan, dan ia belajar bahwa percaya bukan hanya menunggu tetapi juga melangkah. Ia tidak memilih jalan yang mudah dengan menguasai semuanya, tetapi memberi kesempatan kepada Lot untuk memilih lebih dulu. Di sini kita melihat bahwa iman membuat seseorang tidak takut kehilangan. Abraham percaya bahwa Tuhan yang memanggil dia akan tetap memelihara hidupnya. Ketika Lot memilih tanah yang tampak subur, Abraham tetap tenang karena ia melihat dengan mata iman. Percaya berarti melihat apa yang Tuhan janjikan, bukan hanya apa yang mata jasmani lihat. Abraham tidak bersungut-sungut atau marah, tetapi tetap diam dalam keyakinan kepada Tuhan. Setelah Lot berpisah, Tuhan berbicara kepada Abraham dan menyuruhnya melihat ke segala arah. Tuhan meminta Abraham mengangkat matanya, karena iman selalu mengarahkan pandangan kita kepada janji Tuhan. Apa yang Abraham lihat dengan iman, itulah yang Tuhan berikan. Percaya juga berarti berkata-kata sesuai dengan janji Tuhan, bukan sesuai dengan ketakutan. Abraham tidak berkata bahwa ia kehilangan, tetapi ia hidup dalam pengharapan. Ia berjalan mengelilingi tanah itu sebagai tanda bahwa ia menerima janji Tuhan. Setiap langkahnya adalah pernyataan iman. Ia membangun mezbah sebagai tanda bahwa hidupnya terikat dengan Tuhan. Mezbah itu menunjukkan bahwa Abraham mengakui Tuhan sebagai sumber segalanya. Dalam perjalanan iman, sering kali kita harus melepaskan sesuatu. Tetapi setiap pelepasan dalam Tuhan tidak pernah sia-sia. Tuhan selalu mengganti dengan sesuatu yang lebih besar dalam rencana-Nya. Abraham mengajarkan bahwa percaya adalah tindakan aktif, bukan pasif. Ia melihat dengan iman dan hidup dalam ketaatan. Ia berkata-kata melalui hidupnya bahwa Tuhan setia. Iman bukan sekadar perasaan, tetapi keputusan untuk tetap percaya. Ketika kita percaya, kita tidak dikuasai oleh keadaan. Kita belajar melihat seperti Tuhan melihat. Kita belajar berkata seperti Tuhan berfirman. Dan akhirnya, hidup kita menjadi kesaksian tentang kesetiaan Tuhan seperti Abraham.

Doa:

Tuhan, ajar aku untuk percaya kepada-Mu seperti Abraham percaya tanpa ragu. Tolong aku melihat dengan iman dan berkata sesuai dengan janji-Mu dalam setiap keadaan. Bentuk hatiku supaya tetap setia berjalan bersama-Mu sampai akhir.