Allah Lebih Dahulu Mengasihi Kita

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Allah Lebih Dahulu Mengasihi Kita

Bacaan : 1 Yohanes 4 : 7 – 21

“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”

Kita mengasihi karena Allah lebih dulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19). Ini adalah dasar utama dari hidup penuh sukacita. Sukacita sejati bukan berasal dari keadaan, melainkan dari hubungan kita dengan Allah. Ketika kita menyadari bahwa kasih Allah mendahului kita, hati kita dipenuhi damai. Allah tidak menunggu kita layak untuk mengasihi kita. Dia lebih dahulu datang, lebih dahulu mengulurkan tangan-Nya. Inilah kasih yang tidak bersyarat. Kasih seperti ini membebaskan kita dari rasa takut dan rasa bersalah. Kita tidak lagi berusaha untuk “membayar” kasih Allah dengan perbuatan baik. Sebaliknya, kita menerima kasih-Nya dengan iman dan hati yang bersyukur. Dari sanalah sukacita itu mengalir. Sukacita bukan karena semua masalah selesai, tapi karena kita tahu kita dikasihi. Kasih Allah memberi kita kekuatan untuk mengasihi sesama. Dalam kasih itu, kita belajar memaafkan. Dalam kasih itu, kita menemukan tujuan hidup. Sukacita lahir ketika kita hidup dalam kasih. Ketika hati dipenuhi kasih Allah, tidak ada ruang untuk kebencian. Kita menjadi pribadi yang ringan menjalani hidup. Kasih Allah mengangkat beban jiwa kita. Ia menjadikan hidup kita berarti, walau dalam hal-hal sederhana. Sukacita menjadi gaya hidup, bukan sekadar emosi sesaat. Kasih yang kita terima dari Allah mengalir keluar dalam bentuk tindakan nyata. Kita tersenyum bukan karena keadaan baik, tapi karena hati kita penuh syukur. Kita mengasihi karena kita tahu siapa yang lebih dahulu mengasihi kita. Itulah kasih yang membawa sukacita sejati. Hiduplah dalam kasih itu setiap hari. Maka sukacita akan menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupmu.

Doa Hari Ini :

“Bapa, aku percaya Engkau mengasihiku dengan memberikan kepadaku Yesus Kristus. Aku percaya sukacitaku penuh di dalam Yesus. Terima kasih Bapa, Amin!”

×

 

Hallo !

Hubungi staf pastori GBI Keluarga Kudus

×