“Ketika itu Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: ”Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di situ mezbah bagi Tuhan yang telah menampakkan diri kepadanya.”
Kejadian 12:7 menunjukkan bahwa Allah sendiri menampakkan diri kepada Abram setelah ia taat meninggalkan kehidupannya yang lama. Abram berasal dari lingkungan yang penuh penyembahan berhala di wilayah Mesopotamia yang berkaitan dengan tradisi Babel. Namun Allah memanggilnya keluar dari masa lalunya untuk masuk ke dalam rencana penebusan-Nya. Allah tidak memilih Abram karena kesempurnaannya, melainkan karena kasih karunia-Nya. Ketika Abram tiba di tanah Kanaan, Allah kembali meneguhkan janji-Nya. Allah berjanji bahwa negeri itu akan diberikan kepada keturunannya. Janji ini menjadi bagian penting dari perjanjian Allah dengan umat-Nya. Melalui keturunan Abram, Allah sedang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias. Di dalam garis keturunan itulah Yesus Kristus akhirnya lahir ke dunia. Karena itu, Kejadian 12:7 bukan hanya berbicara tentang tanah Kanaan, tetapi juga tentang rencana keselamatan Allah. Allah yang menampakkan diri kepada Abram adalah Allah yang berinisiatif mencari manusia berdosa. Manusia tidak dapat menemukan Allah dengan kekuatannya sendiri. Sebaliknya, Allah datang dan menyatakan diri-Nya. Abram merespons penyataan Allah dengan membangun mezbah bagi Tuhan. Mezbah itu menjadi tanda penyembahan, syukur, dan penyerahan diri. Abram memahami bahwa hidupnya sekarang milik Allah yang telah memanggilnya. Dari seorang yang berasal dari latar belakang Babel, ia dipanggil menjadi alat berkat bagi bangsa-bangsa. Perubahan hidup Abram dimulai dari perjumpaannya dengan Allah. Demikian juga hidup orang percaya berubah ketika mengenal Kristus. Injil mengajarkan bahwa Allah memanggil kita keluar dari kegelapan menuju terang-Nya yang ajaib. Allah tidak hanya menyelamatkan kita dari dosa, tetapi juga mengutus kita menjadi berkat bagi sesama. Setiap orang yang telah menerima kasih karunia dipanggil untuk hidup bagi kemuliaan Allah. Seperti Abram, kita perlu terus mempercayai janji Tuhan sekalipun belum melihat penggenapannya secara penuh. Kita juga perlu membangun kehidupan yang dipenuhi penyembahan kepada Tuhan. Ketika Allah menjadi pusat hidup kita, hidup kita dapat dipakai-Nya untuk membawa berkat bagi banyak orang.
Doa Hari Ini :
“Bapa di surga, terima kasih karena Engkau telah memanggil kami keluar dari kegelapan dosa dan membawa kami masuk ke dalam anugerah-Mu melalui Yesus Kristus. Tolong kami untuk hidup dalam iman seperti Abram, mempercayai janji-Mu dan setia menyembah-Mu setiap hari. Pakailah hidup kami menjadi saluran berkat bagi banyak orang demi kemuliaan nama-Mu. Terima kasih Bapa, Amin.”