“6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.”
Rasul Paulus berkata, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” Ayat ini mengajarkan bahwa setiap orang percaya memiliki bagian dalam pekerjaan Tuhan. Ada yang menanam benih firman Tuhan melalui pemberitaan Injil. Ada juga yang menyiram melalui pengajaran, doa, dan perhatian kepada sesama. Namun, tidak ada seorang pun yang mampu memberikan pertumbuhan rohani dengan kekuatannya sendiri. Hanya Allah yang sanggup mengubah hati manusia. Hanya Allah yang dapat membuat iman bertumbuh. Karena itu, kita tidak boleh menyombongkan pelayanan yang kita lakukan. Kita juga tidak boleh merasa kecewa ketika hasilnya belum terlihat. Tugas kita adalah tetap setia melakukan bagian yang Tuhan percayakan. Kesuksesan seorang pahlawan iman tidak diukur dari banyaknya hasil yang terlihat. Kesuksesan sejati diukur dari kesetiaan kepada panggilan Tuhan. Allah menghargai hati yang taat lebih daripada pencapaian yang besar menurut ukuran manusia. Ketika kita setia melayani, Allah sendiri yang bekerja di balik semua usaha kita. Pertumbuhan sering kali terjadi secara perlahan dan tidak langsung terlihat. Namun Allah tidak pernah berhenti bekerja di dalam kehidupan umat-Nya. Oleh sebab itu, jangan menyerah ketika pelayanan terasa berat. Jangan berhenti menabur kebaikan meskipun belum melihat hasilnya. Percayalah bahwa Allah sedang bekerja dengan cara-Nya yang sempurna. Setiap benih yang ditanam dalam ketaatan tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan. Pada waktu yang telah ditentukan-Nya, Allah akan menghasilkan buah yang indah. Marilah kita tetap rendah hati karena semua kemuliaan hanya milik Allah. Marilah kita tetap tekun karena Tuhan memakai setiap kesetiaan kita. Jadilah pahlawan iman yang terus menanam dan menyiram dengan penuh kasih. Percayalah bahwa Allah adalah satu-satunya sumber pertumbuhan yang sejati.
Doa Hari Ini :
”Bapa di surga, terima kasih karena Engkaulah sumber segala pertumbuhan dalam hidup kami. Tolong kami agar tetap setia melakukan bagian yang Engkau percayakan dengan rendah hati, tanpa mencari kemuliaan bagi diri sendiri. Biarlah setiap pelayanan kami menghasilkan buah pada waktu-Mu sehingga nama-Mu saja yang dimuliakan. Amin!”