“ 3 Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?”
Mazmur 11:3 berkata, “Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?” Ayat ini menunjukkan bahwa hidup manusia sangat bergantung pada dasar yang ia miliki. Jika dasar hidup rusak, maka seluruh bangunan hidup akan goyah. Dunia kita sering mengalami kerusakan moral dan ketidakadilan. Nilai kebenaran sering dianggap tidak penting lagi. Banyak orang kehilangan arah karena dasar hidup mereka bukan Tuhan. Namun orang benar tidak hidup tanpa dasar. Dasar orang benar adalah Tuhan sendiri. Dalam terang Perjanjian Baru, dasar itu digenapi di dalam Yesus Kristus. Yesus adalah batu penjuru yang kokoh dan tidak tergoncangkan. Di dalam Dia, hidup kita dibangun di atas kebenaran yang kekal. Ketika dunia berubah, Yesus tetap sama. Ketika kejahatan terlihat menang, Yesus tetap berdaulat. Berjalan di dalam Yesus berarti percaya penuh kepada karya penebusan-Nya. Kita tidak berdiri di atas kekuatan sendiri. Kita berdiri di atas anugerah dan perjanjian kasih Allah. Salib Kristus menjadi fondasi keselamatan kita. Kebangkitan-Nya menjadi jaminan pengharapan kita. Karena itu orang benar tidak panik saat dasar dunia digoncangkan. Ia tetap teguh karena dasarnya tidak dapat dihancurkan. Hidupnya berakar dalam firman Tuhan. Hatinya bersandar pada janji-janji Allah. Langkahnya diarahkan oleh Roh Kudus. Berjalan di dalam Yesus berarti hidup taat setiap hari. Itu berarti memilih kebenaran meskipun sulit. Itu berarti setia meskipun sendirian. Dasar orang benar bukan keadaan, tetapi Kristus. Selama kita tinggal di dalam Dia, hidup kita akan tetap kokoh.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, Engkau adalah dasar hidup kami yang tidak tergoncangkan. Tolong kami untuk tetap berjalan di dalam Engkau ketika dunia di sekitar kami goyah. Teguhkan iman kami supaya kami hidup sebagai orang benar yang setia kepada-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin.”