“dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,”
Allah telah membangkitkan kita bersama dengan Kristus. Ia tidak hanya menyelamatkan kita dari dosa, tetapi juga meninggikan kita ke posisi yang mulia. Paulus menulis bahwa kita duduk bersama dengan Kristus di sorga. Ini bukan hanya janji masa depan, tetapi kenyataan rohani yang sudah terjadi. Artinya, kehidupan rohani kita sekarang terhubung dengan Kristus yang hidup. Jemaat Efesus dulu mengalami kebangunan rohani karena mereka menyadari posisi mereka di dalam Kristus. Mereka tidak lagi hidup dalam kekalahan, melainkan dalam kemenangan Kristus. Hidup di dalam Kristus berarti hidup dalam kuasa kebangkitan-Nya. Ketika kita sadar bahwa kita telah dibangkitkan bersama-Nya, iman kita menjadi kuat. Kita tidak lagi dikuasai oleh rasa takut, karena Kristus telah menang. Kebangunan rohani terjadi saat hati kita kembali menaruh Kristus di pusat kehidupan. Jemaat Efesus bangkit karena mereka kembali kepada kasih mula-mula yang berakar di dalam Kristus. Di luar Kristus, kehidupan rohani akan kering dan lemah. Namun, di dalam Kristus, kita menemukan kekuatan yang baru setiap hari. Ia memulihkan semangat yang pudar dan menyalakan kembali api pelayanan. Kebangunan rohani bukan hasil usaha manusia, melainkan karya Roh Kudus melalui kesadaran akan posisi kita di dalam Kristus. Saat kita memahami bahwa kita telah dibangkitkan bersama-Nya, kita tidak lagi hidup untuk diri sendiri. Kita hidup untuk menyatakan kasih dan kemuliaan Kristus. Inilah rahasia rohani yang membuat jemaat Efesus bertumbuh dan kuat. Mereka tidak hanya mengenal Kristus, tetapi hidup di dalam-Nya. Ketika Kristus menjadi pusat, kebangunan sejati terjadi. Dan kebangunan itu terus berlanjut selama kita tetap berdiam di dalam Dia.
Doa Hari Ini:
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah membangkitkan kami bersama dengan-Mu. Ajarlah kami untuk hidup setiap hari dalam kesadaran bahwa kami ada di dalam Engkau. Pulihkan hati kami agar selalu mengalami kebangunan rohani yang sejati di dalam Kristus. Terima kasih Tuhan, Amin!”