Hidup Berkenan di Hadapan Allah

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Hidup Berkenan di Hadapan Allah

Bacaan : 2 Korintus 5 : 9 – 10

“Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.”

Setiap orang percaya dipanggil untuk hidup berkenan kepada Allah, karena hidup ini bukan milik kita sendiri. Allah adalah Pribadi yang Mahasempurna, Mahakudus, dan Mahabenar. Ia adalah Allah yang berdaulat penuh atas kehidupan dan kematian. Namun, dalam kasih-Nya yang besar, Ia memberikan kepada manusia kehendak bebas sebagai makhluk yang juga memiliki tanggung jawab moral. Kita tidak diciptakan sebagai robot, tetapi sebagai pribadi yang bisa memilih untuk taat atau melawan. Dalam kasih karunia-Nya, Allah memanggil kita untuk menjalani hidup yang menyenangkan hati-Nya. Hidup berkenan kepada Allah bukan sekadar melakukan perbuatan baik, tetapi hidup yang mencerminkan iman yang sejati. Rasul Paulus mengingatkan bahwa kelak kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus. Di sana setiap orang akan menerima balasan atas apa yang telah dilakukannya selama hidup di dunia ini. Baik atau jahat, semua akan diungkapkan di hadapan Tuhan. Itu berarti hidup kita sekarang bukan tanpa arah atau tanpa tujuan. Kita harus sadar bahwa hidup ini adalah persiapan untuk kekekalan. Karena itu, kita perlu memaknai setiap pilihan dan tindakan kita dalam terang kebenaran Allah. Hubungan kita dengan Allah harus dibangun di atas kasih, iman, dan ketaatan. Sebab kehendak Allah selalu baik, berkenan, dan sempurna. Meski kita memiliki kehendak bebas, kita dipanggil untuk menyerahkan kehendak kita kepada kehendak-Nya. Dalam penyerahan inilah keharmonisan antara kehendak Allah dan kehendak manusia bisa terwujud. Hidup berkenan kepada Allah berarti hidup dalam pertobatan setiap hari. Kita harus jujur menilai diri kita sendiri dan terus bertumbuh dalam keserupaan dengan Kristus. Allah tidak hanya menuntut kesempurnaan semata, tetapi kesetiaan. Ia mengerti kelemahan kita, tetapi Ia juga memanggil kita untuk tidak tinggal dalam kelemahan itu. Oleh karena itu, marilah kita mengejar hidup yang benar, yang kudus, dan yang membawa kemuliaan bagi-Nya. Ketika kita hidup berkenan kepada Allah, kita sedang menyatakan bahwa kehendak-Nya adalah yang terbaik. Dan pada akhirnya, sukacita terbesar kita bukan berasal dari hal-hal duniawi, melainkan dari mengetahui bahwa kita diperkenan oleh Allah. Kehidupan yang demikian adalah kehidupan yang penuh makna dan bernilai kekal. Kiranya setiap langkah kita mencerminkan cinta kita kepada Kristus. Karena hidup yang berkenan kepada Allah adalah respons dari kasih kita kepada-Nya yang lebih dulu mengasihi kita.

Doa Hari Ini:

“Bapa, ajar aku untuk hidup berkenan di hadapan-Mu setiap hari, dengan hati yang tunduk dan taat pada kehendak-Mu. Tolong aku untuk memakai kehendak bebasku bukan untuk mengejar keinginanku, tetapi untuk menyenangkan Engkau. Penuhi aku dengan Roh-Mu agar hidupku senantiasa mencerminkan kasih dan kebenaran-Mu. Terima kasih Bapa, Amin!”

×

 

Hallo !

Hubungi staf pastori GBI Keluarga Kudus

×