“”Lagi kata Abram: ‘Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.'”
Kejadian 15:3 memperlihatkan kekhawatiran Abram ketika ia berkata bahwa Allah belum memberikan keturunan kepadanya. Abram melihat keadaan hidupnya dan merasa bahwa janji Allah belum menjadi kenyataan. Kekhawatiran sering muncul ketika apa yang kita lihat tidak sesuai dengan apa yang Tuhan janjikan. Abram bahkan mulai berpikir bahwa orang lain akan menjadi ahli warisnya. Namun, pergumulan Abram tidak membuat Allah meninggalkan dirinya. Allah justru datang kembali untuk meneguhkan janji-Nya kepada Abram. Ini menunjukkan bahwa jaminan Allah tidak bergantung pada keadaan yang sedang kita lihat. Allah tetap setia sekalipun manusia sedang takut dan bimbang. Abram belajar bahwa janji Allah harus dipercaya lebih daripada keadaan yang terlihat. Dalam kisah ini, kita melihat bahwa iman tidak berarti tidak pernah memiliki kekhawatiran. Iman berarti membawa kekhawatiran kepada Allah dan tetap berpegang pada firman-Nya. Allah telah mengikat diri-Nya kepada Abram melalui janji perjanjian-Nya. Janji itu bukan hanya berbicara tentang seorang anak, tetapi juga tentang keturunan yang akan menjadi bagian dari rencana keselamatan Allah. Janji kepada Abram kemudian menemukan kepenuhannya dalam Kristus, keturunan yang membawa berkat Allah kepada bangsa-bangsa. Karena itu, kisah Abram mengarahkan kita kepada karya penebusan Allah yang lebih besar dalam Yesus Kristus. Di dalam Kristus, kita melihat bahwa Allah tidak pernah gagal memenuhi janji keselamatan-Nya. Salib menjadi bukti bahwa Allah memberikan yang terbaik bagi umat-Nya sesuai dengan rencana-Nya. Kebangkitan Kristus juga menjadi jaminan bahwa janji Allah memiliki tujuan yang pasti dan tidak dapat digagalkan. Karena itu, kekhawatiran tidak boleh menjadi dasar untuk menentukan apakah Allah dapat dipercaya. Kita boleh mengakui ketakutan kita, tetapi kita tidak perlu membiarkan ketakutan menguasai hati kita. Ketika masa depan terlihat tidak jelas, kita dapat mengingat bahwa masa depan tetap berada dalam tangan Allah. Kita mungkin belum melihat jawaban Tuhan, tetapi kita dapat tetap percaya kepada karakter-Nya. Upah terbesar orang percaya bukan sekadar menerima apa yang diinginkan, melainkan memiliki Allah yang setia kepada janji-Nya. Dalam Kristus, kita memiliki jaminan bahwa hidup kita berada dalam rencana penebusan Allah. Maka, ketika kekhawatiran datang, arahkan pandangan kepada Tuhan dan bukan hanya kepada keadaan. Percayalah bahwa Allah yang memulai janji-Nya juga sanggup menyelesaikannya sesuai kehendak-Nya. Dengan demikian, kita dapat menjalani hari ini dengan iman, karena jaminan Allah jauh lebih kuat daripada kekhawatiran kita.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, ajar kami untuk membawa setiap kekhawatiran kepada-Mu dan tetap percaya kepada janji-Mu. Terima kasih karena melalui Kristus kami memiliki jaminan bahwa Engkau setia dan tidak pernah meninggalkan umat-Mu. Tolong kami menjalani hari ini dengan iman, bukan dengan ketakutan, sambil menantikan penggenapan janji-Mu sesuai dengan kehendak-Mu. Amin!”