Kesaksian tentang Injil Kasih Karunia Allah

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Kesaksian tentang Injil Kasih Karunia Allah

Bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 17 – 28

“24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”

Ayat Kisah Para Rasul 20:24 menunjukkan hati Paulus yang rindu hidupnya dipakai sepenuhnya oleh Allah. Ia tidak menganggap nyawanya berharga bagi dirinya sendiri. Yang paling penting baginya adalah menyelesaikan tugas dari Tuhan Yesus. Tugas itu adalah memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. Injil ini adalah kabar baik tentang karya penebusan Allah dalam Kristus. Sejak Perjanjian Lama, Allah telah merancang keselamatan bagi umat-Nya. Dalam Yesus, rencana perjanjian itu digenapi secara sempurna. Karena itu, anak-anak Allah hidup bukan untuk diri sendiri. Mereka hidup untuk memuliakan Allah yang telah menebus mereka. Kerinduan sejati orang percaya adalah setia sampai akhir. Kesetiaan itu lahir dari hati yang sudah disentuh oleh kasih karunia. Kasih karunia Allah mengubah arah hidup manusia. Dari hidup yang berpusat pada diri sendiri menjadi hidup yang berpusat pada Kristus. Kesaksian Injil bukan hanya melalui kata-kata. Kesaksian Injil juga terlihat melalui kehidupan sehari-hari. Dalam setiap penderitaan, Allah tetap setia memelihara umat-Nya. Dalam setiap pelayanan, Allah sendiri yang memberi kekuatan. Anak-anak Allah dipanggil untuk taat dalam rencana perjanjian-Nya. Ketaatan itu sering menuntut pengorbanan. Namun pengorbanan itu tidak pernah sia-sia di dalam Tuhan. Sebab Allah sedang menggenapi karya penebusan-Nya melalui umat-Nya. Hidup orang percaya menjadi alat kesaksian bagi dunia. Dunia melihat kasih karunia Allah melalui hidup yang taat. Inilah kerinduan anak-anak Allah yang sejati. Mereka ingin menyelesaikan panggilan Tuhan dengan setia sampai akhir.

Doa Hari Ini

“Tuhan, terima kasih untuk kasih karunia-Mu yang telah menebus hidup kami di dalam Kristus. Bentuklah hati kami agar rindu hidup bagi kehendak-Mu dan setia memberi kesaksian tentang Injil-Mu. Mampukan kami menyelesaikan panggilan-Mu dengan taat sampai akhir. Terima kasih Tuhan. Amin.”