Kristus adalah Kepala Keluarga

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Kristus adalah Kepala Keluarga

Bacaan : 1 Korintus 11 : 1 – 16

“3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.”

Firman Tuhan dalam 1 Korintus 11:3 mengajarkan bahwa Kristus adalah Kepala dari setiap laki-laki, dan Allah adalah Kepala Kristus. Kebenaran ini mengingatkan kita bahwa hidup manusia harus berpusat kepada Allah. Setiap pencapaian dalam hidup bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memuliakan Kristus. Demikian juga, setiap keluarga dipanggil untuk menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupannya. Kristus bukan hanya Tuhan atas kehidupan pribadi kita, tetapi juga Tuhan atas keluarga kita. Ketika Kristus menjadi pusat keluarga, setiap anggota keluarga belajar menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Suami dipanggil untuk menjalankan tanggung jawabnya dengan kasih dan kerendahan hati. Istri dipanggil untuk menjalankan tanggung jawabnya dengan bijaksana dan penuh hormat kepada Tuhan. Anak-anak juga dipanggil untuk bertumbuh dalam ketaatan kepada firman Tuhan. Setiap anggota keluarga memiliki peran yang berbeda, tetapi semuanya harus tunduk kepada Kristus. Kepemimpinan dalam keluarga tidak boleh digunakan untuk menindas atau merendahkan orang lain. Sebaliknya, kepemimpinan harus mencerminkan kasih, pengorbanan, dan kesetiaan Kristus. Dosa membuat manusia ingin menjadi pusat kehidupan dan mengendalikan segala sesuatu menurut keinginannya sendiri. Akibatnya, keluarga dapat kehilangan kasih, damai, dan kesatuan. Namun, Allah tidak membiarkan manusia hidup selamanya dalam kuasa dosa. Melalui perjanjian kasih karunia, Allah menyatakan rencana keselamatan-Nya yang digenapi melalui Yesus Kristus. Kristus datang untuk menyelamatkan umat-Nya dan mendamaikan mereka dengan Allah. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus membuka jalan bagi manusia untuk hidup dalam hubungan yang benar dengan Allah. Karena itu, keluarga Kristen dipanggil untuk hidup berdasarkan kasih karunia Kristus, bukan sekadar mengandalkan kemampuan sendiri. Pekerjaan, pendidikan, pelayanan, kekayaan, dan keberhasilan adalah pemberian yang harus digunakan untuk tujuan Allah. Semua pencapaian itu menjadi bermakna ketika dipakai untuk mengasihi Tuhan dan melayani sesama. Orang tua dapat menggunakan keberhasilan mereka untuk mendidik anak-anak mengenal firman Tuhan. Suami dan istri dapat memakai kemampuan mereka untuk membangun keluarga yang penuh kasih, pengampunan, dan kesetiaan. Ketika menghadapi perbedaan pendapat, setiap anggota keluarga perlu belajar merendahkan hati dan mencari kehendak Kristus. Dengan demikian, keluarga tidak hanya mengejar keberhasilan duniawi, tetapi juga bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Marilah kita menjadikan Kristus sebagai Kepala keluarga dan menggunakan setiap pencapaian untuk menyatakan kasih serta kemuliaan-Nya.

Doa Hari Ini :

“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menyelamatkan kami dan mengajarkan kami untuk hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Tolonglah setiap anggota keluarga kami agar saling mengasihi, menghormati, mengampuni, dan menjadikan Engkau sebagai pusat kehidupan keluarga. Pakailah setiap pencapaian, kemampuan, pekerjaan, dan berkat yang kami terima untuk memuliakan nama-Mu dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.”