Kuasa Allah dalam Kelemahan Manusia

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Kuasa Allah dalam Kelemahan Manusia

Bacaan : 2 Korintus 12 : 1 – 10

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”

Ayat 2 Korintus 12:9-10 mengajarkan bahwa kuasa Allah nyata bukan ketika kita merasa kuat, tetapi justru ketika kita merasa lemah. Setiap kelemahan manusia membuka ruang bagi Allah untuk bertindak. Ketika kekuatan manusia habis, kasih karunia Allah bekerja tanpa batas. Paulus mengalami bahwa kelemahannya bukan kegagalan, melainkan kesempatan untuk melihat kuasa Kristus. Kita sering berusaha terlihat kuat agar tidak dianggap lemah. Namun, Allah tidak menuntut kita menjadi kuat oleh diri sendiri. Allah justru menanti kita datang dengan kelemahan kita. Kelemahan bukan alasan untuk menyerah. Kelemahan adalah pintu untuk bersandar sepenuhnya kepada Kristus. Ketika kita tidak mampu, Kristus mampu. Ketika kita jatuh, Kristus mengangkat. Ketika kita bingung, Kristus memberi hikmat. Ketika kita takut, Kristus memberi damai. Ketika kita kecewa, Kristus menghibur. Ketika kita terluka, Kristus menyembuhkan. Ketika kita ditinggalkan, Kristus setia. Ketika kita merasa tidak berguna, Kristus menunjukkan tujuan-Nya. Ketika kita gagal, Kristus mengubahnya menjadi kemenangan. Ketika hidup terasa berat, Kristus menjadi kekuatan kita. Ketika kita tidak tahu jalan keluar, Kristus membuka jalan. Ketika kita tidak bisa mengandalkan diri, kita belajar mengandalkan Allah sepenuhnya. Kasih karunia Allah tidak pernah terlambat bekerja. Kuasa Allah tidak pernah kurang dari kebutuhan kita. Kristus tidak meminta kita menjadi kuat, tetapi meminta kita datang apa adanya. Kekuatan sejati bukan berasal dari diri kita, tetapi dari Kristus yang tinggal dalam kita. Maka kita bisa berkata seperti Paulus, “Jika aku lemah, maka aku kuat.” Dalam kelemahan kita, kuasa Kristus menjadi nyata dan nama Allah dipermuliakan selamanya.

Doa Hari Ini :

“Tuhan, ajarlah aku untuk bersandar kepada-Mu dalam setiap kelemahan yang aku miliki. Pakailah kelemahanku untuk menyatakan kuasa dan kasih karunia-Mu dalam hidupku. Jadikan aku kuat bukan oleh diriku sendiri, tetapi oleh Kristus yang hidup di dalam aku. Amin. Terima kasih Tuhan, Amin!”

×

 

Hallo !

Hubungi staf pastori GBI Keluarga Kudus

×