“dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.”
Abraham percaya bahwa Allah sanggup melakukan apa yang Dia janjikan. Itulah sebabnya imannya diperhitungkan sebagai kebenaran. Dalam Kristus, kita dipanggil untuk memiliki iman seperti Abraham. Dulu kita hidup dalam dosa dan tidak punya harapan. Tapi Allah membuat perjanjian keselamatan bagi kita melalui Yesus Kristus. Dosa membuat kita mati secara rohani. Namun kasih Allah membangkitkan kita dalam hidup yang baru. Ketika Yesus mati di kayu salib, Dia memikul dosa kita. Dia mati supaya kita tidak hidup lagi dalam dosa. Dia bangkit supaya kita hidup dalam kebenaran. Kita tidak lagi menjadi hamba dosa. Sekarang kita adalah anak-anak Allah. Kita hidup dalam perjanjian yang baru. Perjanjian ini dimeteraikan oleh darah Kristus. Karena itu, kita harus percaya penuh seperti Abraham percaya. Iman itu membuat kita taat. Iman itu mengubah cara hidup kita. Kita tidak lagi mencari kesenangan dosa. Kita rindu menyenangkan hati Allah. Kita tidak hidup untuk diri sendiri. Kita hidup untuk kemuliaan Tuhan. Setiap hari kita harus memilih: hidup dalam dosa atau hidup bagi Allah. Pilihan yang benar adalah mati bagi dosa. Artinya, kita menolak cara hidup lama. Kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Kita percaya bahwa Dia sanggup membentuk hidup kita. Sama seperti Abraham percaya, kita pun percaya. Hidup yang percaya adalah hidup yang menyerah total pada kehendak Allah. Itulah hidup yang berkenan kepada-Nya. Sebab hidup seperti itu adalah hidup yang benar-benar hidup.
Doa Hari Ini :
“Bapa, aku bersyukur karena Yesus Kristus menebus aku dari segala dosa dan kelemahanku. Kini aku menjadi manusia baru yang hidup bagi Engkau. Terima kasih Bapa. Amin!”