“13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”
Galatia 5:13 mengingatkan kita bahwa kita dipanggil untuk hidup dalam kemerdekaan. Kemerdekaan yang diberikan Kristus bukan berarti kita bebas hidup semaunya. Kemerdekaan dalam Kristus adalah kesempatan untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Paulus menasihatkan agar kita tidak memakai kemerdekaan itu untuk memuaskan keinginan daging. Sebaliknya, kita dipanggil untuk melayani satu sama lain. Dasar dari pelayanan itu adalah kasih. Kasih adalah inti dari kehidupan Kristen. Kasih membuat hidup kita memiliki makna yang sejati. Hidup yang bermakna bukan hanya tentang diri sendiri. Hidup yang bermakna adalah hidup yang memberi dampak bagi orang lain. Ketika kita melayani, kita sedang meneladani Kristus. Yesus datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Ia memberikan hidup-Nya bagi manusia berdosa. Itu adalah teladan kasih yang sempurna. Tuhan ingin kita hidup seperti Kristus. Melayani tidak selalu berarti melakukan hal besar. Melayani bisa dimulai dari hal-hal kecil setiap hari. Kita bisa melayani dengan perkataan yang menguatkan. Kita bisa melayani dengan perhatian yang tulus. Kita bisa melayani dengan membantu orang yang membutuhkan. Kasih membuat pelayanan kita menjadi tulus. Tanpa kasih, pelayanan hanya menjadi kewajiban. Dengan kasih, pelayanan menjadi sukacita. Hari ini, mari kita belajar menghayati hidup yang bermakna dengan melayani sesama oleh kasih. Ketika kita melayani dengan kasih, kita sedang memuliakan Tuhan dan menghadirkan kasih Kristus kepada dunia.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk kemerdekaan yang Engkau berikan dalam hidup kami. Ajarlah kami menggunakan hidup ini untuk melayani sesama dengan kasih yang tulus seperti teladan-Mu. Mampukan kami menjadi saluran kasih-Mu agar hidup kami semakin bermakna dan memuliakan nama-Mu. Terima kasih Tuhan, Amin!”