Maksud yang Mulia

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Maksud yang Mulia

Bacaan : 2 Timotius 2 : 14 – 26

“Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.”

Berdasarkan 2 Timotius 2:21 kita belajar bahwa orang yang menyucikan dirinya akan menjadi bejana yang mulia bagi Tuhan. Tuhan tidak hanya ingin kita diselamatkan, tetapi juga dipakai bagi maksud yang besar. Inilah inti dari berkat Abraham, yaitu dipilih dan dipakai untuk rencana Allah. Abraham diberkati supaya menjadi berkat bagi banyak orang. Demikian juga kita dipanggil untuk hidup bagi tujuan yang mulia. Ketika kita membersihkan hidup dari dosa, kita sedang menyiapkan diri untuk dipakai Tuhan. Hidup yang bersih membuat kita siap melakukan pekerjaan baik. Tuhan ingin memakai kita dalam rencana penebusan-Nya. Berkat Abraham bukan hanya soal materi, tetapi soal panggilan ilahi. Melalui Kristus, kita menerima janji Abraham. Kristus menyucikan kita dengan darah-Nya. Karena itu kita bisa menjadi bejana yang berguna. Hidup yang taat menunjukkan iman yang sejati. Iman yang sejati selalu menghasilkan ketaatan. Ketaatan membawa kita masuk dalam maksud Allah. Maksud Allah selalu penuh kasih dan kebaikan. Tuhan ingin memakai hidup kita untuk memberkati dunia. Setiap keputusan kecil kita berarti di hadapan-Nya. Ketika kita memilih hidup benar, kita memuliakan Tuhan. Itulah cara kita menghormati berkat yang telah kita terima. Kita tidak hidup untuk diri sendiri. Kita hidup untuk rencana Allah. Dalam perjanjian-Nya, Tuhan membentuk umat-Nya. Umat yang siap dipakai akan membawa terang. Terang itu adalah Yesus Kristus. Di dalam Dia, kita menemukan maksud yang mulia.

Doa Hari Ini :

“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menyucikan hidup kami. Tolong kami hidup dalam ketaatan supaya kami menjadi bejana yang berguna bagi-Mu. Pakailah hidup kami untuk menggenapi maksud-Mu yang mulia seperti berkat Abraham. Terima kasih Tuhan, Amin!”

×

 

Hallo !

Hubungi staf pastori GBI Keluarga Kudus

×