“ Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
Dalam hidup ini, banyak hal yang tampak menggiurkan bagi mata jasmani kita. Namun Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak terpaku pada yang kelihatan saja. Sebab yang kelihatan itu sementara, tetapi yang tidak kelihatan itu kekal. Allah adalah Pribadi yang berdaulat, yang mengatur segalanya dengan tujuan kekal. Di sisi lain, manusia juga memiliki kehendak yang diberikan oleh Allah sebagai cerminan citra-Nya. Maka kita dipanggil untuk menggunakan kehendak kita selaras dengan kehendak Allah. Hubungan antara Allah dan manusia bukan hubungan paksa, tetapi hubungan kasih dan ketaatan yang sukarela. Ketika kita memperhatikan kekekalan, kita sedang menanggapi kasih Allah dengan iman. Kita tidak lagi hidup hanya untuk hari ini, tetapi untuk kekekalan bersama-Nya. Manusia baru yang telah ditebus oleh Kristus harus hidup dalam kesadaran bahwa dunia ini bukan tujuan akhir. Kita adalah musafir yang sedang berjalan menuju rumah kekal di surga. Maka fokus hidup kita harus diarahkan pada perkara-perkara yang kekal. Kita perlu memandang hidup ini dari sudut pandang Allah, bukan dari kacamata dunia. Ketika penderitaan datang, kita belajar melihatnya sebagai proses pembentukan yang bersifat sementara. Sebab penderitaan kita yang ringan sekarang ini menghasilkan kemuliaan yang kekal. Inilah bukti bahwa Allah bekerja melalui segala sesuatu bagi kebaikan kita. Sebagai manusia yang berdaulat, kita diberi kesempatan untuk memilih fokus hidup kita. Pilihan itu menentukan arah dan nilai hidup kita setiap hari. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus memperbarui pikiran kita melalui firman Tuhan. Dengan demikian, kita dapat membedakan apa yang benar, yang baik, dan yang berkenan kepada Allah. Hubungan kita dengan Allah menjadi semakin erat ketika kita hidup untuk perkara yang kekal. Kita bukan lagi hamba dunia, melainkan anak-anak Allah yang hidup untuk kemuliaan-Nya. Melalui Roh Kudus, kita dimampukan untuk terus memandang kepada Kristus. Dialah pusat dari segala yang kekal dan sumber kekuatan kita. Kita hidup bukan untuk kesenangan sesaat, tetapi untuk tujuan yang kekal. Allah menghendaki manusia hidup selaras dengan rancangan-Nya yang agung. Dalam kasih karunia-Nya, kita dijadikan ciptaan baru yang mengejar perkara surgawi. Hubungan yang harmonis antara Allah dan manusia terjadi saat manusia rela tunduk kepada kehendak Allah. Maka marilah kita memilih untuk hidup bagi yang tidak kelihatan, yaitu bagi Kristus dan kekekalan.
Doa Hari Ini
“Bapa, ajarilah aku untuk hidup memandang kekekalan dan bukan terpikat pada hal-hal duniawi yang sementara. Berikan aku hati yang taat dan kehendak yang selaras dengan kehendak-Mu yang sempurna. Mampukan aku untuk membangun hubungan yang erat dengan-Mu dan hidup bagi kemuliaan-Mu. Terima kasih Bapa, Amin!”