“31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Yesaya 40:31 mengajarkan bahwa orang yang menantikan Tuhan akan mendapat kekuatan yang baru. Menantikan Tuhan bukan berarti hidup tanpa melakukan apa-apa, tetapi percaya kepada Tuhan di tengah proses kehidupan. Sering kali kita ingin semuanya terjadi dengan cepat sesuai keinginan kita. Namun, Tuhan mengajarkan kita untuk belajar percaya kepada waktu dan kehendak-Nya. Menantikan Tuhan membutuhkan iman karena kita tidak selalu dapat melihat apa yang sedang Tuhan kerjakan. Kasih karunia Tuhan memberi kita kekuatan untuk tetap bertahan ketika keadaan belum berubah. Kasih karunia juga mengingatkan kita bahwa hidup kita tidak bergantung pada kekuatan diri sendiri. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia membutuhkan pertolongan dan keselamatan dari Tuhan. Karena itu, pengharapan sejati bukan berasal dari kemampuan manusia, tetapi dari kesetiaan Allah kepada perjanjian-Nya. Dalam Perjanjian Lama, Tuhan terus menunjukkan bahwa Ia tidak meninggalkan umat-Nya. Janji keselamatan itu mencapai puncaknya di dalam Yesus Kristus. Kristus datang untuk menanggung dosa manusia dan membuka jalan kepada kehidupan yang baru. Di dalam Kristus, kita menerima kasih karunia yang membuat kita mampu berharap kepada Tuhan. Karena itu, menantikan Tuhan bukanlah sikap pasif, melainkan tindakan iman kepada Allah yang setia. Ketika kita menantikan Tuhan, hati kita belajar menjadi tenang dan tidak mudah dikuasai ketakutan. Tuhan dapat memperbarui kekuatan kita ketika kita merasa lemah. Ia membuat kita seperti burung rajawali yang naik terbang dengan kekuatan yang diberikan-Nya. Kita mungkin tetap menghadapi masalah, tetapi kita tidak menghadapinya seorang diri. Kasih karunia Tuhan membuat kita mampu berjalan ketika perjalanan terasa berat. Bahkan ketika kita merasa tidak sanggup berlari, Tuhan tetap memberi kekuatan untuk melanjutkan langkah. Perubahan hidup dimulai ketika kita berhenti mengandalkan diri sendiri dan mulai bersandar kepada Tuhan. Hidup yang diubahkan oleh kasih karunia tidak hanya menjadi berkat bagi diri sendiri. Tuhan memakai orang yang telah diperbarui-Nya untuk menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, masa menantikan Tuhan bukanlah masa yang sia-sia, tetapi masa ketika Tuhan sedang membentuk iman dan karakter kita. Mari terus menantikan Tuhan dengan percaya bahwa kasih karunia-Nya cukup untuk setiap keadaan. Pada akhirnya, hidup yang menantikan Tuhan akan menjadi hidup yang kuat, berubah, dan berdampak bagi kemuliaan Kristus.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, ajarilah kami untuk menantikan-Mu dengan iman dan percaya kepada kasih karunia-Mu ketika kami menghadapi kelemahan dan pergumulan. Perbaruilah kekuatan kami di dalam Kristus supaya hidup kami terus berubah menjadi semakin serupa dengan kehendak-Mu. Pakailah hidup kami menjadi berkat bagi orang lain sehingga melalui kehidupan kami nama Kristus dimuliakan. Amin!”