“Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.”
Pada awalnya manusia hidup dekat dengan Tuhan dalam perjanjian yang penuh kasih. Ular datang dan mulai berbicara dengan Hawa. Ia mulai menanamkan keraguan tentang firman Tuhan. Hawa melihat buah itu dan merasa tertarik. Ia mulai percaya pada perkataan ular, bukan pada firman Tuhan. Ketika hati percaya yang salah, mulut mulai berkata yang salah. Inilah awal kejatuhan manusia. Dosa terjadi karena manusia lebih percaya apa yang dilihat dan didengar dari dunia. Adam juga ikut dalam ketidaktaatan itu. Saat manusia jatuh, mata mereka terbuka tetapi dengan cara yang salah. Mereka melihat diri mereka telanjang dan merasa malu. Mereka bersembunyi dari Tuhan. Tuhan datang dan mencari mereka dengan kasih. Tuhan memanggil manusia untuk kembali kepada-Nya. Namun manusia justru saling menyalahkan. Mereka tidak mau mengakui dosa dengan jujur. Tuhan tetap menyatakan keadilan-Nya atas dosa. Ia juga menyatakan kasih-Nya di tengah hukuman itu. Allah memberikan janji tentang keturunan perempuan yang akan mengalahkan ular. Ini menunjuk kepada Kristus sebagai penggenapan perjanjian penebusan. Percaya yang salah membuat hati menjauh dari Tuhan. Tetapi percaya kepada firman Tuhan membawa kita kembali kepada-Nya. Apa yang kita lihat bisa menipu, tetapi firman Tuhan selalu benar. Marilah kita belajar percaya kepada Tuhan, bukan kepada godaan dunia. Sebab percaya yang benar akan mengubah apa yang kita lihat dan apa yang kita katakan.
Doa Hari Ini :
“Tuhan, ajar kami untuk percaya kepada firman-Mu lebih dari apa yang kami lihat. Tolong kami menjaga hati dan perkataan kami agar tetap benar di hadapan-Mu. Pimpin kami untuk hidup dalam kebenaran dan kasih-Mu setiap hari. Terima kasih Tuhan, Amin!”