“5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.”
Roma 1:5 mengajarkan bahwa melalui Yesus Kristus kita telah menerima kasih karunia dan tugas pelayanan dari Allah. Kasih karunia berarti anugerah yang diberikan Allah kepada orang yang tidak layak menerimanya. Tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya dengan usaha sendiri. Keselamatan adalah pemberian Allah yang cuma-cuma di dalam Kristus. Karena itu, ibadah yang sejati selalu dimulai dengan menerima kasih karunia Tuhan. Kita datang kepada Allah bukan membawa jasa, melainkan membawa kebutuhan akan anugerah-Nya. Salib Kristus menjadi bukti terbesar bahwa Allah mengasihi orang berdosa. Di dalam Kristus, Allah mengampuni, menerima, dan memulihkan umat-Nya. Inilah inti dari karya penebusan dalam perjanjian kasih karunia Allah. Ketika kita memahami kasih karunia ini, hati kita dipenuhi rasa syukur. Syukur itulah yang mendorong kita beribadah dengan tulus. Ibadah bukan sekadar rutinitas atau kewajiban agama. Ibadah adalah respons kasih kepada Allah yang lebih dahulu mengasihi kita. Orang yang telah menerima kasih karunia akan belajar hidup dalam ketaatan. Ketaatan bukan cara memperoleh keselamatan, melainkan buah dari keselamatan. Roh Kudus memampukan kita untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Setiap hari kita diingatkan bahwa hidup kita adalah milik Kristus. Karena itu seluruh hidup kita menjadi persembahan yang menyenangkan bagi Allah. Kita melayani bukan untuk mencari pujian manusia. Kita melayani karena telah lebih dahulu dilayani oleh Kristus melalui pengorbanan-Nya. Semakin kita menyadari besarnya kasih karunia Tuhan, semakin rendah hati kita di hadapan-Nya. Ibadah yang sejati lahir dari hati yang telah ditebus oleh Kristus. Marilah kita terus datang kepada Tuhan dengan iman dan ucapan syukur. Terimalah kasih karunia-Nya setiap hari, lalu hiduplah bagi kemuliaan Kristus saja.
Doa Hari Ini :
“Bapa di surga, terima kasih karena melalui Yesus Kristus Engkau telah memberikan kasih karunia yang menyelamatkan kami, sekalipun kami tidak layak menerimanya. Tolong kami agar setiap hari hidup dalam rasa syukur, taat kepada firman-Mu, dan menjadikan seluruh hidup kami sebagai ibadah yang sejati bagi kemuliaan Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, amin.”