“40 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?””
Markus 4:40 berkata, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Ayat ini menunjukkan bahwa murid-murid Yesus sedang menghadapi badai yang membuat mereka sangat ketakutan. Mereka melihat besarnya gelombang, tetapi mereka lupa bahwa Kristus ada bersama mereka. Ketakutan sering muncul ketika kita lebih memperhatikan masalah daripada Tuhan yang memegang hidup kita. Kita mudah takut terhadap masa depan, kegagalan, kehilangan, penyakit, atau keadaan yang tidak dapat kita kendalikan. Namun, iman mengajarkan kita untuk melihat kepada Kristus di tengah keadaan yang sulit. Yesus tidak pernah meninggalkan umat-Nya sendirian menghadapi badai kehidupan. Kehadiran Kristus menjadi dasar pengharapan kita ketika keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita tidak hidup dari kekuatan diri sendiri, tetapi dari kelimpahan kasih dan anugerah Kristus. Karena itu, kita tidak perlu hidup dikuasai oleh ketakutan. Ketakutan berkata bahwa kita sendirian, tetapi iman mengingatkan bahwa Kristus bersama kita. Ketakutan berkata bahwa masalah kita terlalu besar, tetapi iman melihat bahwa Kristus jauh lebih besar daripada masalah kita. Dalam perjanjian anugerah, Allah berinisiatif menyelamatkan dan memelihara umat-Nya melalui Kristus. Keselamatan kita tidak bergantung pada kuatnya iman kita, melainkan pada Kristus yang setia memegang kita. Salib Kristus menjadi bukti bahwa kasih Allah kepada kita bukan sekadar perkataan. Kristus telah menyerahkan diri-Nya untuk menebus kita dari dosa dan membawa kita kembali kepada Allah. Jika Kristus sudah memberikan diri-Nya bagi keselamatan kita, kita dapat mempercayakan hidup kita kepada-Nya. Ini bukan berarti orang percaya tidak pernah merasa takut. Namun, ketika rasa takut datang, kita belajar membawa ketakutan itu kepada Kristus. Kita boleh menangis, merasa lemah, dan mengakui bahwa kita tidak sanggup. Tetapi kita tidak boleh membiarkan ketakutan menjadi tuan atas hidup kita. Kristus tetap berdaulat ketika hidup kita berada dalam badai. Kelimpahan Kristus memberi kita kekuatan untuk berjalan sekalipun kita belum mengetahui apa yang akan terjadi. Maka, pertanyaan Yesus kepada murid-murid-Nya juga menjadi pertanyaan bagi kita hari ini, “Mengapa kamu takut?” Marilah kita belajar percaya bahwa tangan Kristus lebih kuat daripada badai yang sedang kita hadapi. Hidup dari kelimpahan Kristus berarti menjalani hari dengan iman, karena kita tahu bahwa hidup kita berada di dalam pemeliharaan-Nya.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, ajarlah kami untuk tidak dikuasai oleh ketakutan, tetapi percaya kepada-Mu dalam setiap keadaan. Terima kasih karena Engkau selalu bersama kami dan memegang hidup kami dengan kasih dan anugerah-Mu. Tolong kami untuk hidup dari kelimpahan Kristus dan tetap percaya kepada-Mu ketika badai kehidupan datang. Amin.”