“dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.”
Kasih Allah adalah dasar dari segala kebangunan rohani yang sejati. Jemaat Efesus pernah mengalami kasih itu melalui pelayanan Paulus yang memperkenalkan Kristus sebagai pusat kehidupan mereka. Paulus ingin agar mereka tidak hanya tahu tentang kasih Allah, tetapi benar-benar mengenalnya secara pribadi. Mengenal kasih Allah bukan sekadar memahami dengan akal, melainkan mengalami dengan hati yang diubah. Kasih Allah melampaui segala pengetahuan manusia. Ia tidak dapat diukur dengan logika, karena kasih itu begitu dalam, begitu luas, dan begitu tinggi. Kasih Allah tidak tergantung pada keadaan kita, melainkan pada karakter-Nya yang setia. Ketika seseorang mengalami kasih Allah, hidupnya berubah dari dalam. Ia tidak lagi dikuasai oleh rasa takut, tetapi dipenuhi oleh pengharapan. Kasih Allah menumbuhkan kerendahan hati dan menghapus kesombongan rohani. Kasih Allah membuat kita rela mengampuni seperti kita telah diampuni. Kasih Allah mendorong kita untuk melayani tanpa pamrih. Kasih Allah menghidupkan doa-doa yang hangat dan tulus. Kasih Allah mempersatukan jemaat dalam kasih yang sama di dalam Kristus. Ketika kasih itu berakar dan berdasar di hati kita, maka Roh Kudus bekerja membangkitkan iman yang hidup. Kebangunan rohani sejati bukan dimulai dari keramaian, tetapi dari hati yang tersentuh oleh kasih Allah. Jemaat Efesus diajak Paulus untuk menjadi pribadi-pribadi yang penuh dengan kepenuhan Allah. Kepenuhan itu hanya terjadi jika kasih Kristus menguasai setiap aspek hidup. Kasih yang sejati selalu menuntun kepada ketaatan kepada firman. Semakin seseorang mengenal kasih Allah, semakin ia rindu hidup kudus. Kasih Allah bukan hanya untuk dirasakan, tetapi untuk diwujudkan dalam tindakan nyata. Ketika kasih Allah dinyatakan dalam jemaat, maka dunia akan melihat terang Kristus melalui mereka. Inilah rahasia kebangunan rohani jemaat Efesus: mengenal kasih Allah yang melampaui segala akal dan membiarkan kasih itu memenuhi hidup mereka sepenuhnya.
Doa Hari Ini:
“Tuhan Yesus, ajar kami untuk mengenal kasih-Mu bukan hanya dengan pikiran, tetapi dengan hati yang taat dan lembut. Penuhi kami dengan kasih-Mu agar hidup kami menjadi saluran kasih bagi sesama. Jadikan jemaat-Mu tempat di mana kasih-Mu nyata dan kebangunan rohani terjadi. Terima kasih Tuhan, Amin!”