Mezbah Bagi Tuhan

www.gbikeluargakudus.com
DEVOTION

Mezbah Bagi Tuhan

Bacaan : Kejadian 8 : 20-22

“Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu”

Setelah air bah berakhir, Nuh keluar dari bahtera dengan hati yang penuh syukur kepada Tuhan. Ia menyadari bahwa keselamatannya bukan karena kekuatannya sendiri, tetapi karena anugerah Tuhan. Maka hal pertama yang ia lakukan adalah membangun mezbah bagi Tuhan. Mezbah itu menjadi tanda bahwa hidupnya sekarang adalah milik Tuhan. Ia mempersembahkan korban sebagai ungkapan penyembahan dan terima kasih. Tindakan Nuh menunjukkan bahwa relasi dengan Tuhan harus menjadi prioritas utama. Dalam perspektif penebusan, mezbah ini menunjuk kepada korban yang lebih sempurna. Korban itu digenapi di dalam Yesus Kristus sebagai korban yang sejati. Allah mencium bau harum dari korban Nuh dan berkenan kepadanya. Ini menggambarkan bahwa Allah berkenan kepada iman yang dinyatakan dalam ketaatan. Lalu Allah membuat janji dalam hati-Nya untuk tidak lagi mengutuk bumi seperti sebelumnya. Janji ini menunjukkan kasih karunia Allah kepada manusia yang berdosa. Meskipun hati manusia cenderung jahat sejak kecil, Allah tetap menunjukkan kesabaran-Nya. Ini adalah Injil dalam bentuk awal, yaitu anugerah di tengah keberdosaan manusia. Allah juga menjanjikan kestabilan ciptaan selama bumi masih ada. Musim tanam dan panen tidak akan berhenti. Dingin dan panas akan tetap berlangsung. Musim kemarau dan hujan akan terus ada. Siang dan malam tidak akan terhenti. Semua ini menunjukkan pemeliharaan Allah atas dunia. Janji ini memberi pengharapan bagi kehidupan manusia. Mezbah Nuh mengajarkan bahwa penyembahan lahir dari hati yang mengenal anugerah. Respon manusia terhadap keselamatan adalah ibadah yang sejati. Dalam Kristus, kita juga dipanggil untuk mempersembahkan hidup sebagai korban yang hidup. Hidup kita menjadi mezbah bagi Tuhan setiap hari. Dengan demikian, kita hidup dalam perjanjian anugerah yang Allah sudah tetapkan sejak awal.

Doa Hari Ini :

“Tuhan, terima kasih atas anugerah-Mu yang menyelamatkan kami seperti Engkau menyelamatkan Nuh. Ajarlah kami untuk menjadikan hidup kami sebagai mezbah yang menyenangkan hati-Mu setiap hari. Mampukan kami hidup dalam iman dan ketaatan di dalam Kristus. Terima kasih Tuhan, Amin!”

×

 

Hallo !

Hubungi staf pastori GBI Keluarga Kudus

×