“ ………………kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.”
Kita tidak sanggup mengandalkan diri sendiri untuk menghidupi kehidupan Kristen yang benar di hadapan Allah. Segala kecukupan kita bukan berasal dari dalam, tetapi dari Allah yang memberikan anugerah-Nya. Ayat ini menegaskan bahwa manusia berdosa tidak memiliki kelayakan di hadapan Allah berdasarkan usaha sendiri. Pembenaran dan pengudusan bukanlah hasil prestasi moral, melainkan buah karya Roh Kudus yang bekerja dalam hati. Dalam terang perjanjian anugerah, Allah menetapkan bahwa keselamatan dikerjakan sepenuhnya oleh Dia, bukan oleh manusia. Kristus telah menggenapi segala tuntutan hukum dan menjadi dasar pembenaran kita. Di dalam Dialah kita dibenarkan, bukan oleh perbuatan kita, melainkan karena iman yang dianugerahkan. Pengudusan pun merupakan hasil karya kasih karunia, bukan hasil disiplin diri semata. Kita diperbarui setiap hari karena Roh Kudus membentuk kita menjadi serupa dengan Kristus. Oleh sebab itu, kita tidak bermegah atas pencapaian rohani kita. Kita hanya bisa bersyukur karena Allah berkenan bekerja dalam kelemahan kita. Ketika kita merasa tidak layak, justru di situlah kasih karunia dinyatakan dengan limpah. Tuhan memakai bejana tanah liat agar kuasa-Nya nyata. Pembenaran adalah status baru di hadapan Allah, sedangkan pengudusan adalah proses pertumbuhan yang berkelanjutan. Keduanya tidak terpisahkan dan bersumber dari karya penebusan Kristus. Dalam perjanjian yang baru, hukum tidak lagi tertulis di batu, melainkan di hati kita. Roh Kudus memampukan kita menaati kehendak Allah dengan sukacita. Hidup yang benar tidak lahir dari rasa takut akan hukuman, tetapi dari kasih karena telah diampuni. Kita sekarang hidup bukan untuk mendapatkan keselamatan, tetapi karena telah diselamatkan. Setiap ketaatan adalah respon terhadap anugerah, bukan syarat untuk memperoleh anugerah. Ini adalah misteri besar dari Injil: bahwa Allah mengangkat orang berdosa menjadi anak-anak-Nya. Anugerah pembenaran memberi kita keberanian, dan anugerah pengudusan memberi kita kekuatan. Kita berjalan bukan dengan kekuatan kita, tetapi oleh iman dalam kasih karunia-Nya. Oleh sebab itu, kita tidak boleh putus asa dalam kelemahan, sebab kuasa Kristus sempurna di dalam kelemahan. Marilah kita terus bersandar pada kecukupan dari Allah, sebab hanya Dia yang sanggup memurnikan kita sampai sempurna.
Doa Hari Ini :
“Bapa, aku percaya anugerahMu sempurna di dalam kehidupanku. Terima kasih Bapa, Engkau bekerja secara sempurna di dalam kehidupanku. Amin!”