“dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.”
Ibrani 12:24 menyatakan bahwa kita datang kepada Yesus, Pengantara Perjanjian Baru. Penulis surat ini adalah Rasul Paulus menurut sebagian tradisi gereja, walaupun ada juga pandangan lain. Ayat ini menunjuk kepada karya Yesus yang sempurna dan kekal. Yesus berdiri di antara Allah yang kudus dan manusia yang berdosa. Ia bukan hanya pembawa pesan, tetapi juga pembawa pendamaian. Dalam Perjanjian Lama, Musa menjadi perantara antara Allah dan Israel. Namun Musa hanyalah bayangan dari perantara yang sejati. Yesus datang membawa perjanjian yang baru dan lebih baik. Perjanjian ini tidak ditulis di atas loh batu, tetapi di dalam hati. Darah-Nya berbicara lebih kuat daripada darah Habel. Darah Habel berseru menuntut keadilan. Darah Yesus berseru membawa pengampunan. Inilah inti Injil yang penuh kasih karunia. Melalui Yesus, kita tidak lagi hidup di bawah penghukuman. Kita menerima pengampunan dan damai sejahtera dengan Allah. Yesus membuka jalan yang tidak dapat kita buka sendiri. Ia menggenapi semua tuntutan hukum Taurat. Ia memikul murka Allah di atas kayu salib. Ia bangkit untuk menjamin perjanjian itu tetap berlaku. Karena itu, keselamatan kita tidak bergantung pada usaha kita. Keselamatan kita berdiri di atas karya Kristus yang sempurna. Kita dipanggil untuk datang dengan iman dan syukur. Kita hidup sebagai umat perjanjian yang baru. Kita taat bukan untuk diselamatkan, tetapi karena sudah diselamatkan. Yesus adalah Pengantara Perjanjian Baru yang setia untuk selama-lamanya.
Doa Hari Ini :
“Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Pengantara Perjanjian Baru yang membawa kami kepada Bapa. Terima kasih untuk darah-Mu yang mengampuni dan mendamaikan kami dengan Allah. Tolong kami hidup setia sebagai umat perjanjian-Mu setiap hari. Terimakasih Tuhan, Amin.